Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan pelayanan rohani bagi pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung pada Senin, 13 Januari 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai, bertempat di RS Santa Elisabeth Medan, Jalan Haji Misbah No. 7, Medan, Sumatera Utara, dengan tujuan memberikan penguatan iman, penghiburan, serta harapan bagi pasien yang sedang menjalani masa perawatan.
Penyuluh Agama Katolik yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Hamma Sitohang, S.Ag., Marulam Nainggolan, S.S., Ricardo Simamora, S.Ag., Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Leonhard Hutagalung, S.S., Zetra Hail Saragih, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil. Bersama Penyuluh Agama Kristen Protestan, mereka menyampaikan pelayanan rohani yang berlandaskan firman Tuhan dari Injil Markus 1:14–20.
Dalam penyampaiannya secara langsung kepada para pasien, salah seorang penyuluh menegaskan, “Bapak dan Ibu yang kami kasihi, di tengah sakit yang sedang dijalani, jangan pernah merasa sendiri. Tuhan senantiasa hadir dan menyertai setiap langkah hidup kita. Tetaplah percaya dan berharap kepada-Nya, karena kasih Tuhan selalu lebih besar dari setiap pergumulan yang kita hadapi.”
Penyuluh tersebut juga mengajak pasien untuk memaknai sakit sebagai bagian dari perjalanan iman. “Melalui firman Tuhan dari Injil Markus 1:14–20, kami mengajak Bapak dan Ibu untuk tetap beriman dan berserah kepada kehendak Tuhan. Sakit bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan iman yang akan Tuhan pakai untuk mendatangkan kebaikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas denominasi ini merupakan wujud persaudaraan dan pelayanan kasih tanpa memandang perbedaan.
Salah seorang pasien yang menerima pelayanan rohani tersebut menyampaikan rasa syukur dan penguatannya. “Saya sangat bersyukur atas kunjungan dan doa yang disampaikan oleh para penyuluh. Firman Tuhan yang dibagikan sungguh menguatkan hati saya, memberi ketenangan, serta menumbuhkan harapan dan semangat baru dalam menjalani proses perawatan,” tuturnya.

