Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan di Lapas Khusus Anak Medan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos dan Heriansyah Harahap, M.Ag melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Medan pada hari Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pentingnya Menjaga Wudhu dalam Kehidupan Sehari-hari” sebagai bagian dari pembinaan rohani dan pembentukan karakter religius bagi warga binaan.

Bimbingan keagamaan ini dilaksanakan di aula pembinaan Lapas Khusus Anak Medan dan diikuti oleh puluhan warga binaan dengan penuh antusias. Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, di mana para peserta tampak aktif mendengarkan serta mengikuti arahan yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam.

Dalam penyampaiannya, Heriansyah menjelaskan bahwa wudhu bukan hanya sebagai syarat sah salat, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam menjaga kebersihan lahir dan batin. “Wudhu adalah pintu awal ibadah. Dengan menjaga wudhu, hati akan lebih tenang, pikiran jernih, dan perilaku akan lebih terjaga,” ujar Heriansyah dalam materinya.

Lebih lanjut, Nurlely juga menekankan bahwa membiasakan diri menjaga wudhu dapat menjadi sarana melatih kedisiplinan dan pengendalian diri, terutama bagi warga binaan. “Anak-anak kita di sini harus dibiasakan dengan kebiasaan baik. Salah satunya adalah menjaga wudhu, karena itu akan menuntun kepada akhlak yang lebih baik,” tuturnya.

Kepala Lapas Khusus Anak Medan menyambut baik kegiatan bimbingan tersebut dan mengapresiasi peran aktif KUA Kecamatan Medan Petisah dalam memberikan pembinaan keagamaan. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran penyuluh agama. Bimbingan seperti ini sangat penting untuk membentuk mental dan spiritual anak-anak binaan kami,” ungkapnya.

Para warga binaan juga diberikan kesempatan untuk bertanya seputar tata cara wudhu yang benar serta hal-hal yang dapat membatalkan wudhu. Salah seorang warga binaan mengaku mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Saya jadi lebih paham bahwa menjaga wudhu itu penting, bukan hanya saat mau salat, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan bimbingan ini, diharapkan warga binaan Lapas Khusus Anak Medan dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam, khususnya dalam menjaga wudhu sebagai dasar ibadah. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berkomitmen untuk terus hadir memberikan pembinaan rohani sebagai upaya membentuk generasi yang lebih baik dan berakhlakul karimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *