Medan (Humas) — Suasana ba’da Maghrib di Masjid Muslimin terasa lebih teduh dan bercahaya. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, mengalir dari semangat jamaah yang mengikuti kegiatan tahsin Al-Qur’an bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Rahmat Siregar, S.Pd.I.
Pada Selasa, 13 Januari, kegiatan tahsin kembali dilaksanakan sebagai bagian dari program rutin yang berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis setelah salat Maghrib. Program ini menjadi ruang pembinaan keagamaan yang konsisten dalam membimbing masyarakat untuk memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.
Dalam bimbingannya, Rahmat Siregar menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan benar sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Allah. Tidak hanya memperhatikan makharijul huruf dan hukum bacaan, kegiatan tahsin ini juga diisi dengan motivasi spiritual agar jamaah semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an adalah cahaya. Ketika dibaca dengan baik dan benar, ia akan menerangi hati dan perilaku kita,” ungkapnya di sela kegiatan.
Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran yang konsisten, baik dari kalangan remaja, dewasa, maupun orang tua. Mereka mengikuti tahsin dengan penuh kesungguhan, menjadikan waktu Maghrib bukan sekadar pergantian siang dan malam, tetapi momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pengurus Masjid Muslimin menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap tahsin Al-Qur’an ini terus berlanjut sebagai sarana pembinaan umat. Program ini dinilai mampu menghidupkan masjid sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan sekitar.
Melalui tahsin Al-Qur’an yang istiqamah ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru menunjukkan peran aktifnya dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an—sejalan dengan misi Kementerian Agama dalam menumbuhkan kehidupan beragama yang harmonis dan bermakna.

