Penyuluh Agama Kristen Medan Baru Hadirkan Harapan Lewat Bimluh di Lapas Perempuan Medan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan pembinaan rohani. Pada Senin, 12 Januari 2026, Penyuluh Agama Kristen Medan Baru, Sahat Hutasoit, M.Th., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Medan.

Kegiatan ini mengangkat tema yang sarat makna, yakni “Mengampuni Diri Sendiri”. Dalam penyampaiannya, Sahat Hutasoit menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bangkit dari kejatuhan masa lalu. Kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu awal menuju perubahan dan pemulihan hidup.

Ia menjelaskan bahwa proses pemulihan diri dapat ditempuh melalui tiga langkah utama. Pertama, menyadari kesalahan sebagai bentuk kejujuran dan keberanian menghadapi kenyataan. Kedua, meninggalkan kesalahan, yakni komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama dan mulai melangkah ke arah yang benar. Ketiga, mendapatkan pengampunan, baik dari Tuhan maupun dari diri sendiri, sebagai fondasi untuk membangun hidup yang baru dan lebih bermakna.

Suasana Bimluh berlangsung dengan penuh ketenangan dan refleksi. Para warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan serta menyimak materi yang disampaikan. Melalui bimbingan ini, diharapkan para warga binaan perempuan mampu menemukan kembali harapan, menerima diri mereka apa adanya, serta memiliki semangat baru untuk menjalani proses pembinaan dan kehidupan ke depan.

Kegiatan Bimluh ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Penyuluh Agama Kristen Medan Baru dalam menghadirkan pelayanan rohani yang menyejukkan, membangun iman, dan menumbuhkan optimisme, khususnya bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *