Sentuhan Dakwah yang Menggugah Qolbu: Bimbingan Agama Islam di Rutan Perempuan Kelas IIA Medan

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama Islam di Rutan Perempuan Kelas IIA Medan, Kamis (15/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan dan menghadirkan sejumlah penyuluh berkompeten, antara lain M. Iqbal, S.Ag; H. Syarifuddin Pasaribu, S.Sos.I, M.Ikom; Herian Sani, S.H, M.HI; Mahmud Hasan Nasution, S.Th.I, M.Ag; Naziah Masruroh Sagala, S.H, M.Ag; dan Wan Nurainun, S.Ag.

Para penyuluh hadir membawa misi dakwah yang menyentuh hati. Mereka membimbing warga binaan melalui kata-kata yang menenangkan, penuh kelembutan, dan sarat makna, sehingga setiap pendengar diajak merenung, menundukkan jiwa, dan mengingat kasih sayang Allah SWT yang senantiasa terbuka. Setiap materi dirancang untuk memotivasi warga binaan menemukan jalan perubahan, memperkuat iman, dan menumbuhkan harapan baru.

M. Iqbal, S.Ag., menyampaikan Bimbingan ini bukan sekadar nasihat, tapi ruang bagi hati untuk kembali pulang. Setiap insan berhak atas ampunan dan kesempatan memperbaiki diri

“Bimbingan ini bukan sekadar nasihat, tapi ruang bagi hati untuk kembali pulang. Setiap insan berhak atas ampunan dan kesempatan memperbaiki diri.” ujarnya

H. Syarifuddin Pasaribu menambahkan Kegiatan ini juga mengajarkan tentang sabar, ikhlas, dan tawakal.

“Kegiatan ini juga mengajarkan tentang sabar, ikhlas, dan tawakal. Di sinilah kita belajar bahwa kesalahan masa lalu tidak menutup kesempatan untuk menjadi lebih baik. Dakwah di sini adalah pelukan bagi jiwa-jiwa yang ingin bangkit.” ujarnya

Mahmud Hasan Nasution menjelaskan Kita hadir bukan untuk menilai, tapi untuk menanamkan harapan. Kata-kata dan doa kita semoga menjadi energi positif agar mereka terus memperkuat iman dan niat untuk berubah.

“Kita hadir bukan untuk menilai, tapi untuk menanamkan harapan. Kata-kata dan doa kita semoga menjadi energi positif agar mereka terus memperkuat iman dan niat untuk berubah.” ujarnya

Suasana bimbingan berlangsung khidmat. Air mata menetes bukan semata karena luka masa lalu, tetapi karena kesadaran bahwa pintu taubat selalu terbuka dan harapan akan masa depan yang lebih baik selalu ada. Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk meneguhkan iman, memperkuat tekad, dan menumbuhkan semangat perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.

Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Medan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, bimbingan agama secara rutin dapat memberikan penguatan moral dan spiritual bagi warga binaan, sehingga proses pembinaan dijalani dengan kesadaran, optimisme, dan harapan baru.

Melalui bimbingan dan penyuluhan agama Islam ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap dapat menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *