Kepala KUA Medan Labuhan Jadi Penceramah Manasik Haji KBIHU Al Madinah

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Drs. H. Zulparman, MA, menjadi penceramah pada kegiatan manasik haji yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Al Madinah, Kecamatan Medan Labuhan, Ahad (18/1/2026).


Kegiatan manasik haji tersebut diikuti oleh para calon jemaah haji yang tergabung dalam KBIHU Al Madinah. Manasik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada jemaah terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, baik secara teori maupun praktik, agar dapat menjalankannya dengan baik, benar, dan sesuai tuntunan syariat Islam.


Dalam penyampaiannya, H. Zulparman memaparkan secara rinci mengenai rukun, wajib, dan sunnah haji, serta berbagai persiapan penting yang harus dilakukan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ia juga menekankan pentingnya menjaga niat yang ikhlas, kesabaran, serta kekompakan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.


“Manasik haji ini sangat penting sebagai bekal bagi jemaah agar memahami proses ibadah haji secara utuh, sehingga pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh haji yang mabrur,” ujar Zulparman dalam ceramahnya.


Selain itu, ia mengingatkan bahwa ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Menurutnya, pemahaman yang baik sejak dini akan membantu jemaah lebih tenang dan tertib dalam menjalankan setiap tahapan ibadah.


Sementara itu, pengurus KBIHU Al Madinah menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi Kepala KUA Medan Labuhan dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan pencerahan yang diberikan. Materi yang disampaikan sangat membantu calon jemaah dalam memahami manasik haji secara menyeluruh,” ungkap salah satu pengurus KBIHU Al Madinah.


Kegiatan manasik haji berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Hal ini terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab antara penceramah dan para calon jemaah yang ingin memperdalam pemahaman mereka terkait pelaksanaan ibadah haji, sebagai bentuk kesiapan menyongsong pelaksanaan rukun Islam kelima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *