Pengawas Guru Agama Katolik Medan Monitoring Administrasi Pembelajaran di SDS Santo Yoseph 1 Medan

Medan (Humas) — Pengawas Guru Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Dra. Sarmin Sihombing, M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring administrasi pembelajaran Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 di SDS Santo Yoseph 1 Medan, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan monitoring dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di SDS Santo Yoseph 1 Medan yang beralamat di Jalan Pemuda No. 3 A, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Monitoring ini bertujuan untuk menilai kelengkapan dan kesesuaian administrasi pembelajaran guru Agama Katolik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun aspek yang dimonitor meliputi perangkat pembelajaran, perencanaan pembelajaran, serta pelaksanaan pembelajaran di kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan dan pendampingan pengawas dalam rangka meningkatkan mutu dan profesionalisme guru Agama Katolik.

Dalam keterangannya, Sarmin Sihombing menyampaikan bahwa monitoring administrasi pembelajaran sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara terencana dan sistematis.

“Monitoring ini bertujuan untuk memastikan guru memiliki perencanaan pembelajaran yang baik sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih terarah, efektif, dan berkualitas,” ujarnya.

Guru Agama Katolik SDS Santo Yoseph 1 Medan, yang diwakili oleh Janes Saroha Sihotang, S.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan monitoring tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan tertib administrasi serta kualitas pembelajaran Agama Katolik di sekolah.

“Bimbingan dan masukan dari Ibu Pengawas sangat membantu kami dalam memperbaiki dan menyempurnakan administrasi pembelajaran,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan monitoring Sarmin Sihombing turut mengikuti Misa Sekolah bersama seluruh warga SDS Santo Yoseph 1 Medan. Kegiatan ini menjadi momentum peneguhan nilai-nilai iman Katolik sekaligus mempererat kebersamaan antara pengawas, guru, dan seluruh komunitas sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *