Medan (Humas) Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Kecamatan Medan Sunggal terus berkomitmen memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui kegiatan kajian keislaman. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan kajian tauhid kitab Ummul Barahin dalam pengajian rutin Majelis Taklim Bidayah Al Hidayah yang berlokasi di JL. TB Simatupang Gang Harmonis Nomor 16, Medan, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan pengajian rutin ini diasuh oleh PLO KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie Siregar, M.Pd.I, yang senantiasa aktif memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Pengajian dilaksanakan setiap hari Jumat dan diikuti oleh jamaah Majelis Taklim Bidayah Al Hidayah dengan penuh antusias dan kekhusyukan.
Pada kesempatan tersebut, Iqbal Habibie Siregar menyampaikan materi kajian tauhid yang bersumber dari kitab Ummul Barahin, sebuah kitab klasik yang menjadi rujukan utama dalam kajian aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Materi kajian difokuskan pada konsep dasar mengenal Allah SWT sebagai pondasi utama keimanan seorang Muslim.
Dalam penjelasannya, beliau menguraikan bahwa untuk mengenal Allah SWT, setiap Muslim harus memahami tiga klasifikasi sifat ketuhanan. “Untuk mengenal Allah, ada tiga sifat yang wajib kita pahami, yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz bagi Allah SWT,” ungkap Iqbal habibie di hadapan jamaah.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa sifat wajib bagi Allah merupakan sifat-sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki oleh-Nya, seperti wujud, qidam, baqa, dan seterusnya. Sementara itu, sifat mustahil adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT karena bertentangan dengan kesempurnaan-Nya. Adapun sifat jaiz menunjukkan bahwa Allah berkehendak secara mutlak atas segala sesuatu tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
Iqbal Habibi juga menegaskan pentingnya kajian tauhid dalam kehidupan umat Islam.
“Ilmu tauhid adalah ilmu paling utama, karena dengan tauhid yang benar, ibadah seseorang akan lurus dan akhlaknya akan terbimbing,” tutur Iqbal habibie.
Menurutnya, pemahaman aqidah yang kuat akan membentengi umat dari pemahaman menyimpang serta memperkokoh keimanan di tengah tantangan zaman.
Kegiatan pengajian ini sekaligus menjadi bagian dari peran strategis KUA Medan Sunggal dalam pembinaan umat melalui pendekatan edukatif dan persuasif. Kehadiran PLO KUA di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat hubungan antara KUA dan jamaah majelis taklim serta meningkatkan kualitas pemahaman keislaman masyarakat secara berkelanjutan.
Kajian tauhid kitab Ummul Barahin yang disampaikan oleh PLO KUA Medan Sunggal di Majelis Taklim Bidayah Al Hidayah menjadi sarana penting dalam memperkuat aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui pemahaman tentang sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah SWT, jamaah diharapkan memiliki landasan keimanan yang kokoh sehingga mampu mengamalkan ajaran Islam secara benar dalam kehidupan sehari-hari.(Paidi).

