Penyuluh Agama Islam Medan Baru Tekankan Pentingnya Silaturrahim

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturrahim di tengah kehidupan umat Islam. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan di Majelis Taklim Diniyah, Jalan Sidodadi, Kota Medan, pada Rabu (28/1).

Dalam penyuluhannya, Damri menyampaikan bahwa silaturrahim merupakan ajaran Islam yang memiliki dampak besar, baik secara spiritual maupun sosial. Menurutnya, hubungan antar sesama manusia harus dijaga dengan sikap saling memahami, saling menerima, serta saling memaafkan atas segala kekhilafan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Konsep sosial dalam Islam itu adalah take and give, saling memberi dan menerima. Jika kita ingin kesalahan kita diterima dan dimaafkan oleh orang lain, maka kita juga harus mampu menerima dan memaafkan kesalahan orang lain,” ujar Damri di hadapan jamaah.

Ia menambahkan bahwa momentum bulan Sya’ban yang sedang dijalani umat Islam saat ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan sosial. Hal ini menjadi bekal penting dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan khusyuk dan bernilai di sisi Allah SWT.

“Menjelang Ramadhan, kita perlu membersihkan diri tidak hanya dalam hubungan dengan Allah (hablumminallah), tetapi juga dalam hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Jangan sampai ibadah kita terganggu karena masih menyimpan dendam, amarah, atau persoalan yang belum diselesaikan dengan orang lain,” jelasnya.

Selain menekankan pentingnya silaturrahim, Damri juga mengajak seluruh jamaah untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Ia mengingatkan bahwa kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan merupakan nikmat yang sangat besar, karena tidak semua orang diberi umur panjang untuk menjumpai bulan penuh ampunan tersebut.

“Merupakan sebuah kebahagiaan dan anugerah besar ketika Allah SWT masih memberikan kita usia dan kesehatan sehingga dapat bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini. Kita tidak pernah tahu apakah di tahun-tahun mendatang kita masih diberi kesempatan yang sama,” ungkapnya.

Kegiatan penyuluhan keagamaan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh kekhidmatan dan keakraban. Jamaah Majelis Taklim Diniyah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan, mendengarkan materi dengan seksama, serta aktif menyimak pesan-pesan keagamaan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai silaturrahim, saling memaafkan, dan persaudaraan umat semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih, damai, dan penuh keimanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *