Medan (Humas) — Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran spiritual yang berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Sibawaihi, Lc., M.Th., melaksanakan Bimbingan Penyuluhan Keagamaan melalui kajian tafsir Al-Qur’an di Majelis Ilmu Amindy Barokah Sumut, (27/1/2026)
Kajian ini secara khusus membahas Surat An-Nur ayat 35, yang dikenal luas sebagai Ayat Cahaya, dengan tema “Cahaya di Atas Cahaya: Hidayah Allah dalam Hati Orang Beriman”. Tema tersebut dipilih untuk mengajak jamaah merenungi hakikat cahaya ilahi sebagai sumber petunjuk, ketenangan, dan arah hidup bagi setiap mukmin.
Dalam pemaparannya, Sibawaihi menjelaskan bahwa cahaya dalam ayat tersebut bukanlah cahaya yang bersifat fisik semata, melainkan cahaya iman, ilmu, dan hidayah Allah yang menerangi hati manusia. Ia menekankan bahwa hati orang beriman diibaratkan seperti pelita yang siap menerima cahaya, selama dijaga dengan keikhlasan, ketakwaan, serta kedekatan dengan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ.
“Ketika iman berada dalam hati, ilmu membimbing akal, dan amal shaleh menjadi perwujudan nyata, maka itulah yang disebut Allah sebagai cahaya di atas cahaya. Cahaya ini yang akan menuntun manusia dalam setiap keputusan hidupnya,” ungkap Sibawaihi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di tengah tantangan kehidupan modern yang sarat dengan informasi dan godaan, umat Islam dituntut untuk terus menjaga cahaya iman agar tidak meredup. Salah satunya melalui majelis ilmu, tadabbur Al-Qur’an, serta memperbanyak dzikir dan amal kebajikan.
Kajian tafsir berlangsung dalam suasana yang khidmat dan penuh kehangatan. Jamaah Majelis Ilmu Amindy Barokah Sumut tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, bahkan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari makna simbolik ayat cahaya hingga cara mengaplikasikannya dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini merupakan bagian dari program pembinaan umat KUA Medan Baru, yang secara konsisten menghadirkan penyuluhan keagamaan berbasis Al-Qur’an dan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kajian tafsir yang berkesinambungan, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami ayat-ayat suci secara tekstual, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, KUA Medan Baru melalui Penyuluh Agama Islam berharap cahaya Al-Qur’an semakin hidup di tengah masyarakat, menerangi hati, memperkuat iman, serta melahirkan pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia dan membawa kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

