Penyuluh Kristen KUA Medan Johor Berikan Bimbingan dan Diskusi kepada Mahasiswa Akbid Mitra Husada Medan

Medan (Humas) — Penyuluh Kristen KUA Kecamatan Medan Johor, Dameriana Siahaan, M.Th, melaksanakan kegiatan bimbingan dan diskusi bersama mahasiswa Tingkat II Semester VI Akademi Kebidanan (Akbid) Mitra Husada Medan pada Rabu, 28 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Agama melalui KUA Medan Johor dengan Akbid Mitra Husada yang telah berlangsung selama enam tahun terakhir.
Sebanyak delapan mahasiswa calon bidan mengikuti kegiatan tersebut dalam rangka penguatan mata kuliah Asuhan Remaja dan Pranikah. Program bimbingan dan diskusi ini dilaksanakan selama satu bulan, terhitung sejak Januari hingga Februari, dengan tujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai aspek keagamaan dan sosial dalam pelayanan kebidanan.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Medan Johor tersebut, Dameriana menyampaikan pemaparan mengenai profil KUA sebagai unit kerja Kementerian Agama yang berada di setiap kecamatan, sekaligus menjelaskan tugas dan fungsi KUA dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Pada sesi bimbingan, ia juga menguraikan pengertian remaja dari berbagai sudut pandang, mulai dari aspek hukum yang merujuk pada Undang-Undang Perlindungan Anak, aspek psikologi, aspek biologi dengan klasifikasi kelompok manusia, hingga perspektif teologi Kristen.
“Remaja dan usia pranikah merupakan fase belajar yang sangat penting. Dari sudut pandang teologi Kristen, pada usia inilah seseorang perlu dibekali dasar-dasar iman seperti Sepuluh Perintah Allah, Pengakuan Iman Rasuli, Doa Bapa Kami, serta pemahaman tentang kelahiran, kehidupan, dan kematian Yesus Kristus,” jelas Dameriana.
Ia menegaskan bahwa pemahaman iman yang kuat menjadi modal utama dalam pembentukan karakter remaja Kristen yang kelak memasuki kehidupan berumah tangga.
“Jika pengetahuan dasar iman ini tidak terpenuhi, maka anak dan calon pengantin akan kesulitan membangun keluarga yang sehat dan tidak mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak maupun masyarakat sekitarnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dameriana menekankan pentingnya peran mahasiswa Akbid Mitra Husada sebagai calon tenaga kesehatan yang akan terjun langsung melayani masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang profesional harus dibarengi dengan keseimbangan pemahaman berbagai aspek kehidupan.
“Mahasiswa kebidanan diharapkan mampu mengkaji dan mengedukasi pasien serta masyarakat secara utuh, tidak hanya dari aspek usia dan kesehatan, tetapi juga aspek hukum, psikologi, dan teologi. Dengan demikian, kita dapat berkontribusi melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, unggul, dan berkarakter religius,” tuturnya.
Kegiatan bimbingan dan diskusi berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara KUA Medan Johor dan Akademi Kebidanan Mitra Husada Medan dalam pembinaan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *