Medan (Humas) — Kepala KUA Kecamatan Medan Helvetia, Judri Hutagalung, S.Sg., M.Si., mengikuti kegiatan panen sayur hidroponik bersama unsur lintas sektoral Kecamatan Medan Helvetia di Lapas Kelas I Medan, Selasa (3/2). Kegiatan ini turut dihadiri Camat Medan Helvetia, Sekretaris Camat, Danramil 06, Kapolsek Medan Helvetia, jajaran Kasi PPM, Lurah Tanjung Gusta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (Ketapang) Kota Medan, serta Kepala Lapas Kelas I Medan.
Rombongan lintas sektoral tersebut diajak meninjau langsung green house sebagai lokasi budidaya sayur hidroponik yang dikelola warga binaan. Suasana tampak penuh antusiasme ketika seluruh peserta memetik sayuran hijau yang tumbuh subur dan terawat. Kepala Dinas Ketapang Kota Medan mengapresiasi kualitas hasil panen yang dinilai sangat baik dan memenuhi standar pangan sehat. “Hasil panen ini sangat luar biasa, segar dan higienis karena dibudidayakan tanpa pupuk kimia dan pestisida. Ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Medan mampu mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini perlu terus diperkuat agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan lembaga pemasyarakatan harus dibangun secara berkelanjutan melalui pendampingan, pembinaan, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai. “Sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan lembaga pemasyarakatan menjadi kunci keberlanjutan program ketahanan pangan ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan di lingkungan lapas tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan yang produktif, berwawasan lingkungan, serta memberikan bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Judri Hutagalung menyampaikan rasa salut dan bangganya atas hasil kerja keras warga binaan Lapas Kelas I Medan. Menurutnya, penerapan metode green house tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan keterampilan produktif yang bernilai jangka panjang. “Melihat hasil panen yang hijau dan segar ini, kita bisa menyaksikan langsung bahwa pembinaan di lapas tidak hanya bersifat pembinaan mental, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan hidup,” ungkap Judri.
Lebih lanjut, Judri menegaskan bahwa keterampilan ketahanan pangan memiliki peran penting dalam membangun kemandirian keluarga. “Ketahanan pangan keluarga adalah fondasi untuk menciptakan keluarga yang kuat, mandiri, dan maslahat. Harapan kita, setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat, warga binaan dapat berkontribusi positif melalui kemampuan yang telah mereka peroleh,” tutupnya.

