Medan (Humas) – MIN 5 Kota Medan menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas 1B mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh seluruh guru MIN 5 Medan sebagai peserta utama. Agenda ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini menghadirkan Pengawas MIN 5 Medan, Ipan, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep dasar Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan pendekatan humanis, empati, dan pembelajaran yang menyentuh aspek karakter serta emosional peserta didik.
Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang disampaikan. Materi yang dibahas tidak hanya sebatas teori, namun juga praktik penerapan KBC dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, sehingga para pendidik memperoleh gambaran nyata dalam implementasinya di kelas.
Ipan, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek utama pendidikan. Menurutnya, guru perlu menghadirkan suasana belajar yang nyaman, penuh perhatian, dan membangun hubungan positif agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan bermakna.
Kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi bagi para guru untuk mengevaluasi metode pembelajaran yang selama ini diterapkan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru mampu mengintegrasikan nilai kasih sayang, keteladanan, dan penguatan karakter dalam setiap proses pembelajaran.
Sosialisasi KBC di MIN 5 Medan merupakan bagian dari penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang saat ini terus digalakkan. Pendekatan ini menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh, bukan sekadar hafalan, sehingga siswa mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala MIN 5 Kota Medan, Sri Darmawati, S.Pd., dalam statemennya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat menyambut baik sosialisasi dan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta ini. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa madrasah terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab serta diskusi kelompok antar guru. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman sekaligus menggali solusi atas tantangan pembelajaran yang dihadapi di kelas.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta ini, MIN 5 Kota Medan berharap seluruh guru mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, humanis, dan berorientasi pada perkembangan karakter siswa. Langkah ini menjadi bagian nyata dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.

