Penguatan Pemahaman Ibadah Haji, PAI Medan Baru Jadi Narasumber di Medan Tembung

Medan (Humas) Manasik haji tingkat kecamatan se-Kota Medan terus digelar sebagai bagian dari pembekalan bagi calon jamaah haji. Kali ini, kegiatan manasik haji di Kecamatan Medan Tembung menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut dipusatkan di KBIHU Al Adliyah, Jalan Letda Sujono, Medan, Kamis (05/02/2026).

Manasik haji ini diikuti oleh ratusan calon jamaah haji yang akan berangkat pada musim haji tahun 2026 M / 1447 H. Kegiatan diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Medan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan pemahaman manasik ibadah haji di tingkat kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Damri Tambunan menyampaikan materi bertema “Pelaksanaan Tawaf Ifadhah dan Ibadah di Makkah Pasca Armuzna.” Materi ini dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan rukun haji yang wajib dipahami dan dilaksanakan dengan benar oleh setiap jamaah.

Damri menjelaskan bahwa Tawaf Ifadhah merupakan salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Apabila Tawaf Ifadhah tidak dilaksanakan, maka haji seseorang tidak sah, meskipun rangkaian ibadah lainnya telah dikerjakan. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai waktu dan tata cara pelaksanaannya menjadi hal yang sangat krusial.

Lebih lanjut, Damri menerangkan bahwa pelaksanaan Tawaf Ifadhah dilakukan setelah jamaah menyelesaikan rangkaian Armuzna, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melontar jumrah. Bagi jamaah yang memilih nafar awal, mereka dapat meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah dan kembali ke hotel di Makkah.
“Setelah kembali ke Makkah, jamaah kemudian melaksanakan Tawaf Ifadhah di Masjidil Haram, dilanjutkan dengan sa’i, serta tahallul. Semua rangkaian ini harus dipahami dengan baik agar ibadah haji dapat dilaksanakan secara sempurna dan sesuai tuntunan syariat,” jelas Damri.

Para calon jamaah haji tampak antusias mengikuti manasik tersebut. Mereka aktif menyimak penjelasan narasumber serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait praktik ibadah haji di Tanah Suci, khususnya pelaksanaan ibadah pasca Armuzna.

Kegiatan manasik haji ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan pemahaman jamaah, sehingga nantinya mampu melaksanakan ibadah haji dengan tertib, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *