Medan (Humas) — Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Polsek Medan Tuntungan di Jalan Bunga Turi 3, Kelurahan Lauchi, Kecamatan Medan Tuntungan, saat Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan kegiatan Pelayanan Rohani (Bimbingan Rohani/Bimroh) pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan rutin ini menjadi sarana pembinaan moral, mental, dan spiritual warga binaan, agar semakin siap menjalani kehidupan dengan bijaksana di bawah bimbingan Tuhan.
Acara kali ini menghadirkan Mateus Brian Purba, S.Th sebagai pengkhotbah utama, dengan MC Mona Putri Sembiring, S.Th, dan Doa Syafaat dipimpin oleh Debora Br Pandia, S.Th. Kehadiran para pelayan Firman ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pendampingan rohani yang berkelanjutan bagi warga binaan.
Dalam khotbahnya yang diambil dari 1 Tesalonika 5:16–18, Mateus Brian Purba menekankan pentingnya hidup orang percaya yang berlandaskan sukacita, doa, dan ucapan syukur dalam segala keadaan. “Bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu,” ujar Mateus membuka renungannya.
Ia menjelaskan bahwa sukacita sejati tidak ditentukan oleh situasi, melainkan oleh hubungan yang benar dengan Tuhan. Dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah keterbatasan, manusia tetap dipanggil untuk bersukacita karena Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Mateus juga menegaskan bahwa doa merupakan napas kehidupan rohani. “Doa bukan hanya dilakukan saat kita lemah, tetapi menjadi gaya hidup yang menguatkan iman dan menuntun setiap langkah,” tambahnya.
Selain itu, Mateus mengajak peserta untuk belajar mengucap syukur dalam segala hal, bukan karena semua keadaan menyenangkan, tetapi karena Tuhan bekerja melalui setiap proses kehidupan. “Ucapan syukur menolong kita melihat hidup dengan kacamata iman. Dari sanalah lahir kekuatan baru, pengharapan, dan perubahan hidup,” paparnya.
Suasana semakin khusyuk saat memasuki sesi Doa Syafaat yang dipimpin oleh Debora Br Pandia, S.Th. Doa dipanjatkan untuk warga binaan, keluarga, aparat kepolisian, para petugas, serta seluruh pelayan agar senantiasa diberi kekuatan, hikmat, dan pengharapan baru oleh Tuhan.
Kegiatan Bimroh ditutup dengan penuh ketenangan dan refleksi. Kementerian Agama Kota Medan berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat membangun karakter yang bermartabat, berintegritas, serta selaras dengan nilai-nilai Moderasi Beragama, sehingga mampu menata masa depan yang lebih baik dengan iman, pengharapan, dan semangat baru.

