Medan – Komitmen Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan dalam memberikan pembinaan dan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan bimbingan manasik. Salah satunya melalui praktek manasik haji dan umrah yang diikuti jamaah se-Kecamatan Medan Barat dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, sebagai narasumber yang dilaksanakan di Masjid Syuhada Jl Danau Singkarak Medan, Jumat (6/2/2026)
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan jamaah agar memiliki pemahaman yang utuh, tidak hanya secara teori tetapi juga mampu mempraktekkan langsung rangkaian ibadah sebagaimana yang akan dilaksanakan di Tanah Suci.
Dalam pemaparannya, Damri Tambunan menegaskan bahwa manasik merupakan proses pembelajaran strategis untuk membentuk kemandirian jamaah.
Menurutnya, kesiapan ilmu menjadi kunci agar jamaah tidak kebingungan ketika menghadapi situasi nyata di lapangan yang sering kali berbeda dengan bayangan.
“Manasik ini adalah latihan. Di sinilah jamaah belajar bagaimana melaksanakan rukun dan wajib haji dengan benar. Harapannya ketika berada di Tanah Suci, jamaah sudah siap, tidak panik, dan mampu beribadah dengan tenang serta khusyuk,” ujarnya.
Ia kemudian memandu peserta mempraktikkan tahapan demi tahapan ibadah, mulai dari niat dan tata cara berihram, larangan-larangan selama ihram, pelaksanaan thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul. Tidak hanya itu, Damri juga memberikan penjelasan tentang wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melontar jumrah, lengkap dengan berbagai skenario yang mungkin terjadi.
Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi sedalam mungkin, mulai dari persoalan teknis, kondisi darurat, hingga cara menyikapi perbedaan pendapat dalam pelaksanaan ibadah. Semua pertanyaan dijawab secara lugas dengan pendekatan fiqih serta pengalaman lapangan.
Damri juga mengingatkan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh sahnya rangkaian ritual, tetapi juga oleh kemampuan jamaah menjaga akhlak, kesabaran, serta niat yang lurus semata-mata karena Allah SWT.
“Haji adalah ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik sekaligus kelapangan hati. Jaga kesehatan, perbanyak sabar, kurangi perdebatan, dan fokus pada ibadah,” pesannya.
Pelaksanaan praktek manasik ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jamaah sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan.
Dengan pembinaan yang maksimal, Kementerian Haji dan Umrah berharap para jamaah nantinya kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh calon jamaah diberikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

