Medan (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus mengintensifkan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan hingga ke wilayah pinggiran kota. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Nurul Yaqin, Blok 17 Kelurahan Pulau Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, pada Minggu (8/2/2026). Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan pinggiran paling sudut di Kota Medan yang memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan pembinaan keagamaan secara rutin.
Pelaksanaan Bimluh di kawasan Pulau Sicanang menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang merata dan berkeadilan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat setempat diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan Bimluh ini menghadirkan Puligong Siregar, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Medan Marelan, sebagai penceramah. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Latar Belakang Disyariatkannya Puasa”, dengan merujuk pada Kitab Tanbihul Ghofilin karya Al Faqih Abu Laits As-Samarqandi. Dalam pemaparannya, penceramah menjelaskan bahwa puasa memiliki dimensi ibadah yang komprehensif, tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan moral dan spiritual umat.
“Puasa disyariatkan sebagai sarana pembinaan spiritual yang mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan manusia kepada Allah SWT,” ujar Puligong Siregar dalam penyampaiannya. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai puasa semestinya tercermin dalam sikap sosial, seperti meningkatnya kepedulian terhadap sesama, kejujuran, serta pengendalian diri dalam kehidupan bermasyarakat.
Antusiasme jamaah terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dari Bimluh, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memahami ajaran agama secara lebih mendalam. Penyampaian materi yang komunikatif dan kontekstual membuat pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh jamaah dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan.
Ketua MT Nurul Yaqin, Sri Wahyuni, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Bimluh di wilayah Pulau Sicanang. “Kehadiran penyuluh agama di kawasan pinggiran seperti ini sangat berarti bagi kami, karena mampu menambah wawasan dan semangat jamaah dalam menjalankan ajaran agama,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Melalui kegiatan Bimluh ini, Penyuluh Agama Islam berharap masyarakat di kawasan pinggiran Kota Medan semakin memahami nilai-nilai ibadah puasa secara utuh dan tidak hanya bersifat seremonial. Pemahaman tersebut diharapkan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek ibadah maupun sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan pinggiran kota.

