PHBI Isra Mi’raj di SD Negeri 060791, PAI KUA Medan Denai Tanamkan Cinta Shalat Sejak Dini

Medan (Humas) — Dalam rangka memperingati Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, SD Negeri 060791 yang berlokasi di Jalan AR. Hakim Gang Teruna, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area, menggelar kegiatan keagamaan pada Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan tausiah oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan tema penanaman kecintaan terhadap shalat sejak usia dini.

Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh salah seorang siswa bernama Azial, kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan siswa-siswi yang menampilkan bakat dan kreativitas hasil kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Peringatan Isra Mi’raj ini dihadiri oleh seluruh siswa-siswi Muslim, para guru, staf sekolah, serta wali murid. Dalam sambutannya, Kepala SD Negeri 060791, Safrida Hanum, S.Pd., mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan kesungguhan.

“Peringatan Isra Mi’raj ini mengingatkan kita pada turunnya perintah shalat. Shalat adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Anak-anak harus membiasakan shalat dengan sungguh-sungguh, berbakti kepada orang tua, serta mengamalkan nasihat yang disampaikan oleh ustaz,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran PAI KUA Kecamatan Medan Denai yang telah memberikan pembinaan keagamaan di sekolah tersebut.

Dalam tausiahnya, Khoiruz Zaman menyampaikan berbagai hikmah peristiwa Isra Mi’raj, khususnya tentang pentingnya shalat sebagai “oleh-oleh” Rasulullah SAW dari perjalanan mulia tersebut. Ia menegaskan bahwa shalat merupakan ibadah utama yang dapat menguatkan iman dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jangan sekali-kali meninggalkan shalat. Biasakan shalat sejak kecil agar menjadi karakter hingga dewasa. Bulan Ramadhan 1447 Hijriah juga sudah semakin dekat, maka jalankan puasa dengan sungguh-sungguh, shalat tarawih dengan khusyuk, hindari bermain petasan, dan jangan menuntut hal-hal berlebihan kepada orang tua saat Idulfitri. Kita sedang berada di masa yang sulit, maka bantulah ayah dan ibu di rumah,” pesannya kepada para siswa.

Salah seorang guru, Nurhamimah, mengungkapkan rasa senangnya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai materi tausiah yang disampaikan mudah dipahami dan mampu membuat siswa-siswi mengikuti acara dengan tertib dan tenang.

Kegiatan PHBI Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ini ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir serta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan pengamalan ibadah shalat di kalangan siswa sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *