Lewat Program Cahaya Ramadan, H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan Gaungkan Semangat Memakmurkan Masjid

Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, melaksanakan program Ramadan TVRI Medan bertajuk Cahaya Ramadan, Rabu (11/2/2026), di studio rekaman TVRI Medan. Program religi yang khusus ditayangkan selama bulan suci Ramadan tersebut dipandu oleh Ikhwan, S.H.I., yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Area. Dengan format dialog keagamaan yang komunikatif, program ini diharapkan mampu menghadirkan pesan-pesan dakwah yang informatif dan mudah dipahami masyarakat luas.

Pada episode tersebut, pembahasan difokuskan pada Surah At-Taubah ayat 18 yang menegaskan tentang kewajiban memakmurkan masjid. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang pantas memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Tema ini dinilai sangat relevan dengan suasana Ramadhan, ketika aktivitas ibadah dan kegiatan sosial keagamaan di masjid meningkat signifikan dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Dalam pemaparannya, H. Impun menekankan bahwa masjid memiliki fungsi strategis yang tidak terbatas pada pelaksanaan ibadah mahdhah semata. Ia menyebut masjid sebagai pusat pembinaan umat yang harus mampu menghadirkan kegiatan edukatif, sosial, serta pemberdayaan masyarakat, termasuk pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman keislaman yang kuat sekaligus karakter sosial yang baik.

“Masjid sejatinya bukan hanya tempat mendirikan salat, tetapi juga pusat pembinaan umat. Di dalamnya ada proses pembinaan kaum muda, penguatan nilai keislaman, pengelolaan zakat dan wakaf, serta berbagai aktivitas sosial yang bertujuan membangun kualitas umat secara menyeluruh. Jika fungsi ini berjalan optimal, masjid dapat menjadi pusat peradaban Islam yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar H. Impun.

Kakan juga menyoroti fenomena meningkatnya aktivitas masjid selama bulan Ramadan, mulai dari salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga berbagai kegiatan sosial seperti penyaluran zakat, infak, sedekah, dan santunan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi masjid sebagai pusat pembinaan umat apabila semangat tersebut terus dijaga secara konsisten.

“Ramadan memang menghadirkan suasana religius yang sangat kuat sehingga masjid menjadi lebih hidup. Namun semangat memakmurkan masjid seharusnya tidak berhenti setelah Ramadan berakhir. Justru nilai-nilai spiritual yang terbentuk selama Ramadan harus menjadi energi berkelanjutan untuk terus menghidupkan masjid sepanjang tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memakmurkan masjid merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat Islam, bukan hanya pengurus masjid atau tokoh agama. Keterlibatan jamaah, khususnya generasi muda, dinilai sangat penting agar masjid tetap dinamis, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Memakmurkan masjid adalah kewajiban setiap Muslim. Partisipasi aktif jamaah, terutama generasi muda, sangat menentukan keberlangsungan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Dengan keterlibatan bersama, masjid akan tetap hidup, produktif, dan menjadi tempat lahirnya masyarakat yang religius sekaligus peduli sosial,” tambahnya.

Melalui program Cahaya Ramadhan TVRI Medan ini, diharapkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya memakmurkan masjid secara berkelanjutan. Selain sebagai sarana dakwah, program tersebut juga diharapkan mempererat sinergi antara media, pemerintah, dan tokoh agama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, menyejukkan, dan relevan dengan kebutuhan umat, khususnya selama bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *