Medan (Humas) Dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia ke-34, 11 Februari 2026, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan berkolaborasi dengan pihak Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, Kelompok Kerahiman Ilahi, dan Komunitas Tritunggal Mahakudus melaksanakan kunjungan, sapaan, dan penguatan kepada pasien di RS Santa Elisabeth Medan, Rabu (11/2/2026).
Adapun penyuluh agama Katolik yang hadir antara lain Hamma Sitohang, S.Ag., Marulam Nainggolan, S.S., Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Zetra Hail Saragih, S.Fil., dan Demaran Sigiro, S.Fil. Bersama para suster, dokter, dan perawat rumah sakit, mereka mengunjungi serta mendoakan pasien secara langsung di ruang rawat inap. Kegiatan berjalan sangat baik, hikmat, dan menyentuh bagi para pasien yang sedang terbaring di rumah sakit yang sudah berusia 100 tahun ini.
Hari Orang Sakit Sedunia diperingati setiap 11 Februari, ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992, untuk mendorong doa dan dukungan bagi mereka yang sakit serta pengasuhnya. Peringatan pertama diadakan pada 11 Februari 1993. Hari ini dibuat untuk mendorong semua orang lebih peduli kepada orang sakit dan jangan membiarkan mereka sendirian.
Tahun ini, Paus Leo XIV menetapkan tema Hari Orang Sakit Sedunia ditetapkan sebagai dengan “Belas Kasih Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Penderitaan Orang Lain“. Seperti orang Samaria dalam Lukas 10:25–37, umat diajak untuk berani berhenti sejenak untuk bertemu dengan orang sakit dan melakukan ungkapan hati yang berbelarasa, sekali pun hanya sebuah tindakan yang sangat sederhana.

Hamma Sitohang menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk pelayanan iman yang menyentuh langsung umat yang menderita. “Kami ingin menghadirkan kasih Tuhan secara nyata bagi saudara-saudari kita yang sedang sakit. Kehadiran, doa, dan perhatian sederhana kiranya menjadi penguatan bagi mereka,” ujarnya. Salah seorang pasien yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut. “Saya merasa diperhatikan dan dikuatkan. Doa-doa tadi membuat hati saya lebih tenang,” tuturnya haru.
Kegiatan ini juga selaras dengan semangat Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan (KAM) 2026–2027 yang mendorong Gereja semakin sinodal, berjalan bersama, dan peka terhadap kebutuhan umat, khususnya mereka yang kecil, lemah, dan menderita. Kolaborasi antara penyuluh agama, tenaga kesehatan, dan Kelompok Kerahiman Ilahi serta Komunitas Tritunggal Mahakudus menjadi cerminan Gereja yang hidup dan hadir di tengah situasi nyata masyarakat.
Setelah rangkaian kunjungan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Selestinus Manalu, OFMCap. Dalam homilinya, ia menegaskan, setiap orang dipanggil menjadi seperti orang Samaria yang baik hati. “Setiap orang dapat membantu orang sakit melalui bakat, talenta, dan kekuatan masing-masing untuk mewujudkan belarasa dengan mereka yang sakit. Semakin banyak orang berkolaborasi, mereka yang sakit semakin diteguhkan”, katanya. Perayaan tersebut menjadi penutup yang penuh makna dalam peringatan Hari Orang Sakit Sedunia tahun ini.

