Medan (Humas) Perwiritan kaum ibu Nur Annisa Jamil melaksanakan pengajian penutupan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan di rumah Lelawati selaku Ketua Perwiritan, yang beralamat di JL. Pinang Baris Gang Bersama, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para anggota perwiritan dengan penuh khidmat sebagai bentuk persiapan spiritual memasuki bulan penuh berkah.
Dalam sambutannya, Ketua Perwiritan Nur Annisa Jamil, Lelawati, menyampaikan bahwa kegiatan perwiritan akan diliburkan selama bulan Ramadan dan akan dilanjutkan kembali setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini dilakukan agar para anggota dapat lebih fokus menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak amalan selama Ramadan.
Sebagai penceramah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, menyampaikan materi tentang ibadah puasa, mulai dari pengertian puasa, rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta hikmah di balik perintah puasa dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa puasa secara bahasa berarti menahan diri, sedangkan secara istilah adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.
Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa rukun puasa terdiri dari niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Sementara itu, hal-hal yang membatalkan puasa antara lain makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, muntah dengan sengaja, haid dan nifas, serta keluar mani dengan sengaja. Ia mengingatkan jamaah agar menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata dusta, menggunjing, dan marah berlebihan.
Dalam tausiyahnya, ia juga menyampaikan hikmah puasa, di antaranya untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, menumbuhkan empati terhadap kaum fakir miskin, serta membersihkan jiwa dan raga. Puasa juga menjadi sarana pendidikan spiritual bagi umat Islam agar lebih dekat kepada Allah SWT dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang sia- sia dan dosa. Dengan puasa kita dilatih menjadi pribadi yang sabar, ikhlas dan bertaqwa”, ujar Paidi
Kegiatan pengajian penutupan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama agar seluruh anggota perwiritan diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Para jamaah menyambut tausiyah tersebut dengan antusias dan berharap dapat mengamalkan ilmu yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian penutupan perwiritan Nur Annisa Jamil menjadi momentum penting bagi kaum ibu untuk mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan suci Ramadan. Melalui tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, jamaah diharapkan dapat memahami hakikat puasa serta mengamalkan nilai-nilai ketakwaan, kesabaran, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.(Paidi).
