Medan (Humas) Kolaborasi kemanusiaan ditunjukkan oleh para Penyuluh Agama Islam Lela Hamida, S.Ag (PAI Medan Belawan), Puligong Siregar, S.Ag (PAI Medan Marelan), Sulaiman, S.Th.I (PAI Medan Labuhan) dan Putra Muroswana (PAI Medan Deli) bersama Majelis Taklim Fatimah Az Zahra Medan Utara serta Muslimat NU Sumatera Utara melalui kegiatan pengumpulan donasi dan penyerahan bantuan bagi korban bencana di daerah terdampak. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 06 Desember 2025 di Masjid Al Ikhlas Pasar III Marelan dan mendapatkan antusias tinggi dari jamaah serta masyarakat sekitar.
Aksi solidaritas ini diawali dengan tausyiah agama oleh Penyuluh Agama Lela Hamida, shalat duha dan shalat taubat berjama’ah kemudian penggalangan donasi dan pengumpulan bantuan. Bantuan yang terkumpul berupa pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, serta dana untuk memenuhi kebutuhan pokok pemulihan pasca-bencana.

Lela Hamida menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian dari dakwah bil hal.
“Kita tunjukkan bahwa keberadaan majelis taklim tidak hanya sebagai tempat pengajian, tetapi juga wadah untuk berbuat untuk sesama umat” ujar Lela.
Selanjutnya, Lela menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tugas penyuluh agama dalam menguatkan nilai-nilai kepedulian dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Semoga bantuan yang telah dikumpulkan hari ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak” tambah Lela.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, ketua Muslimat NU Sumut, Hj. Rohani mengapresiasi sinergi lintas organisasi masyarakat Islam tersebut.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Umat Islam memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat, dan hari ini kita buktikan bersama,” ungkapnya.
Bantuan akan disalurkan langsung ke wilayah terdampak bencana melalui koordinasi dengan pihak pemerintah daerah serta relawan di lapangan, terutama Penyuluh Agama Islam yang ada di Medan Utara.
Kegiatan kolaboratif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi majelis taklim, ormas Islam, dan komunitas lainnya untuk terus memperkuat gerakan sosial dan kemanusiaan, terutama saat terjadi musibah yang membutuhkan respon cepat.

