Medan (Humas) – Kegiatan bedah kurikulum pembelajaran deep learning dan pembuatan modul kokurikuler dilaksanakan di MIN 5 Medan pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026. Bertempat di ruang perpustakaan madrasah, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh seluruh guru dengan penuh antusiasme.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Seluruh guru terlibat aktif membedah kurikulum yang berjalan serta menyelaraskannya dengan pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman mendalam, pembelajaran bermakna, serta penguatan karakter peserta didik.
Dalam pemaparannya, Rahimah Syafii, S.Pd., menjelaskan bahwa kurikulum berbasis deep learning menuntut guru untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun proses berpikir kritis, reflektif, dan kolaboratif pada siswa. Pembelajaran diarahkan agar siswa mampu mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak bersifat hafalan semata, melainkan benar-benar dipahami dan diterapkan.
Pendekatan deep learning juga menekankan pada aktivitas eksplorasi, diskusi, pemecahan masalah, serta refleksi pembelajaran. Guru didorong untuk merancang kegiatan yang mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan tanggung jawab siswa terhadap proses belajarnya sendiri.
Selain membahas kurikulum intrakurikuler, kegiatan ini juga memfokuskan pada penyusunan modul kokurikuler. Kokurikuler dipahami sebagai kegiatan penguatan yang mendukung pembelajaran di kelas melalui aktivitas terstruktur di luar jam pelajaran utama, namun tetap terintegrasi dengan capaian pembelajaran.
Para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun rancangan modul kokurikuler yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Diskusi berlangsung aktif, penuh ide, dan sarat kolaborasi. Setiap kelompok berupaya menghadirkan konsep kegiatan yang aplikatif dan berdampak nyata.
Suasana kegiatan semakin hidup dengan diterapkannya sistem pengumpulan “bintang” bagi kelompok yang aktif, kreatif, dan tepat waktu dalam menyelesaikan tugas. Sistem ini mendorong semangat kerja sama dan kompetisi sehat antar kelompok. Kelompok guru kelas 1 berhasil menjadi kelompok dengan perolehan bintang terbanyak dan berhak menerima reward sebagai bentuk apresiasi.
Kepala MIN 5 Medan, Sri Darmawati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat seluruh guru dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembaruan kurikulum harus diiringi dengan komitmen bersama untuk terus belajar dan berinovasi demi kemajuan madrasah.
“Penerapan kurikulum deep learning dan penguatan kokurikuler menjadi langkah penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial. Saya bangga dengan kesungguhan seluruh guru dalam menyusun modul ini,” ujar Sri Darmawati.
Sebagai output kegiatan, tersusunlah modul kokurikuler bertema “Peduli Lingkungan.” Modul ini dirancang untuk menanamkan nilai cinta lingkungan, kebersihan, dan tanggung jawab sosial melalui kegiatan nyata seperti pengelolaan sampah, penghijauan, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan di madrasah. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen MIN 5 Medan dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

