Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, M.Ag, Nurlely, M.Sos dan Komala Dewi, M.E melaksanakan kegiatan penyuluhan dalam rangka memberantas buta aksara Al-Qur’an di Lapas Khusus Anak Medan pada hari Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an bagi warga binaan anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.
Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung di masjid Al-Hadi Lapas Khusus Anak Medan dan diikuti dengan antusias oleh para warga binaan. Penyuluh Agama Islam memberikan materi dasar pengenalan huruf hijaiyah, tajwid sederhana, serta praktik membaca Al-Qur’an secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing peserta.
Nurlely menyampaikan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama, termasuk bagi anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di lapas. “Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Meskipun mereka berada di lapas, hak untuk mendapatkan pendidikan agama, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an, harus tetap terpenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan agar warga binaan mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akhlak dan penguatan mental spiritual. “Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, kami berharap anak-anak ini memiliki pegangan hidup, tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri, dan siap kembali ke masyarakat dengan akhlak yang lebih baik,” tambahnya.
Pihak Lapas Khusus Anak Medan menyambut baik kegiatan penyuluhan tersebut dan mengapresiasi peran aktif KUA Kecamatan Medan Petisah. Salah seorang petugas lapas menyampaikan, “Kami sangat terbantu dengan adanya penyuluhan dari penyuluh agama. Kegiatan ini sejalan dengan program pembinaan kepribadian yang kami jalankan di lapas,” katanya.
Para warga binaan anak yang mengikuti kegiatan juga mengaku senang dan termotivasi. Salah seorang peserta menyampaikan kesannya, “Saya jadi lebih semangat belajar mengaji. Sebelumnya saya belum lancar membaca Al-Qur’an, sekarang sedikit demi sedikit sudah mulai bisa,” ungkapnya dengan penuh harap.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Petisah berharap sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga pemasyarakatan terus terjalin dengan baik. Penyuluh Agama Islam menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pembinaan rohani, agar upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Lapas Khusus Anak Medan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masa depan para warga binaan.

