Medan (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kemampuan digital para penyuluh agama, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Medan menyelenggarakan Pelatihan Konten Kreator Level Pertama bagi Penyuluh Agama Islam Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (28/10/2025) di ruang meeting Rumah Makan Wong Solo, Jalan Gajah Mada, Medan.
Pelatihan tersebut menghadirkan Dr. Gunawan, M.A., dosen Politeknik Negeri Media Kreatif Medan sekaligus konten kreator yang sudah cukup lama berkecimpung di berbagai media sebagai narasumber. Dalam penyampaian materinya, Gunawan menekankan pentingnya etika dan strategi dalam membuat konten dakwah di era digital. “Dalam membuat konten, hindari ujaran kebencian dan jangan bersifat provokatif. Gunakan bahasa yang santai namun tetap profesional agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan,” ujar Gunawan.

Ia juga menyoroti kendala umum yang kerap dihadapi penyuluh saat hendak membuat konten, seperti rasa tidak percaya diri atau takut dikritik. “Banyak orang tidak mulai karena takut salah atau takut dikomentari negatif. Padahal, kuncinya adalah mulai saja dulu. Buat konten sederhana berdurasi satu menit, lalu tingkatkan kualitasnya seiring waktu,” jelasnya.
Gunawan turut memberikan solusi bagi penyuluh yang memiliki keterbatasan alat dan waktu. “Gunakan aplikasi sederhana seperti CapCut atau Canva yang bisa diakses lewat ponsel. Jika waktu terbatas, manfaatkan kegiatan penyuluhan di lapangan sebagai bahan konten, misalnya liputan kegiatan, testimoni jamaah, atau renungan harian,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan diri dalam berbicara di depan kamera dapat diasah dengan latihan sederhana. “Jangan terlalu fokus pada penampilan. Fokuslah pada niat dakwah. Latihan berbicara di depan cermin dan mulai dari video pendek berdurasi satu menit. Yang penting konsisten,” imbuhnya.

Gunawan menyarankan agar ide konten penyuluh bisa beragam, mulai dari ceramah singkat (inspirasi satu menit), kisah hikmah dari Al-Qur’an dan hadis, renungan harian dan tips islami dalam kehidupan modern, hingga cerita tokoh agama atau masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran penting dalam membawa wajah positif Kementerian Agama di tengah masyarakat. “Baik tidaknya Kementerian Agama bergantung pada penyuluhnya, karena mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Penyuluh adalah wajah Kementerian Agama itu sendiri,” ujar Kakan Kemenag tersebut.
Ia juga mendorong agar para penyuluh memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif dalam berdakwah. “Gunakan media sebagai sarana dakwah dan penyuluhan. Buatlah konten yang bermanfaat, berbobot, dan dapat diterima oleh semua kalangan,” pesannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Bimas Islam, H. Ahmad Kamil Harahap, M.A., yang memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan berbasis media kreatif tersebut. “Pelatihan ini kami rancang agar penyuluh bisa naik kelas, tidak hanya mahir berdakwah secara konvensional, tapi juga mampu menyampaikan pesan keagamaan melalui media digital. Inilah bentuk adaptasi dakwah di era modern,” ujar Ahmad Kamil Harahap.
Ia menambahkan, “Harapan kami, setelah pelatihan level pertama ini, akan muncul penyuluh-penyuluh kreatif yang mampu membuat konten dakwah positif, menyejukkan, dan sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama.”
Kegiatan pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada level pertama, tetapi dapat berlanjut ke tahap berikutnya agar kemampuan penyuluh dalam mengelola dan mengembangkan konten semakin matang dan profesional.
Dengan demikian, penyuluh agama Islam di lingkungan Kemenag Kota Medan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghadirkan dakwah yang kreatif, inspiratif, dan relevan bagi masyarakat. (N/AFR)

