Medan (Humas) — Dalam upaya memberikan pelayanan keagamaan yang humanis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, tim Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan bimbingan dan penyuluhan rohani kepada pasien di Rumah Sakit Mitra Sejati pada Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh dari berbagai satuan tugas, yaitu Nurbaiti Lubis, Ustaz Harun Ar-Rasyid, S.HI, Amri, S.HI, Imam Pratomo, M.HI, Syafrizal Anas, S.Th.I, Dr. Sarto, Lc, dan Muhammad Arsyad, S.HI, yang bertugas memberikan penguatan spiritual dan dukungan psikologis kepada para pasien.
Pelayanan rohani yang dilakukan bertujuan membantu pasien memperoleh ketenangan batin dan keteduhan hati dalam menghadapi ujian sakit. Para penyuluh memberikan pendampingan agar pasien tetap sabar dan terus berdoa, serta mendorong mereka untuk memandang penyakit sebagai ujian sekaligus kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Melalui bimbingan ini, pasien diarahkan untuk tetap optimis, tidak putus asa, dan menjaga harapan sembuh.
Selain memberikan motivasi spiritual, penyuluh juga fokus pada aspek psikospiritual yang sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Pendekatan ini mencakup dukungan emosional untuk membantu pasien meredam kecemasan, mengurangi rasa takut, dan mengatasi tekanan mental yang sering muncul selama masa perawatan. Para penyuluh menegaskan pentingnya berbaik sangka kepada Allah SWT serta menanamkan nilai-nilai keteguhan hati agar pasien mampu melewati masa sulit dengan lebih tenang dan terarah.
Kegiatan bimbingan dilakukan melalui beberapa metode, mulai dari wawancara personal untuk memahami kondisi psikologis dan kebutuhan rohani pasien, pembinaan kelompok untuk membangun kebersamaan dan saling menguatkan, hingga penyampaian edukasi keagamaan yang bersifat praktis. Para penyuluh memberikan penjelasan dan nasihat tentang akidah dan akhlak yang dapat menjadi pegangan pasien agar tidak terjadi penyimpangan keyakinan selama menghadapi ujian sakit. Pendekatan ini dilakukan secara lembut, komunikatif, dan menyesuaikan kondisi kesehatan pasien.
Selain menyentuh aspek spiritual dan psikologis, bimbingan rohani ini juga memperhatikan lingkungan sosial pasien. Para penyuluh turut memberikan dukungan kepada keluarga dan berdialog dengan tenaga medis untuk memastikan bahwa pasien merasakan kenyamanan serta dukungan spiritual yang memadai. Dengan demikian, pelayanan rohani tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi mencakup sistem pendampingan holistik yang memperhatikan seluruh elemen pendukung pemulihan.
Kehadiran tim penyuluh Kementerian Agama Kota Medan di RS Mitra Sejati menjadi wujud komitmen nyata Kemenag dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, empatik, dan inklusif. Pendekatan ini selaras dengan nilai-nilai Asta Protas Kemenag yang menekankan pentingnya kepedulian, integritas, dan pelayanan publik yang berkualitas. Melalui kegiatan ini diharapkan pasien dapat merasakan ketenangan batin, menemukan makna di tengah ujian, serta mendapatkan dorongan spiritual yang mampu mempercepat proses pemulihan secara fisik, mental, dan spiritual.
Kegiatan bimbingan rohani di RS Mitra Sejati ini menegaskan bahwa dimensi spiritual merupakan bagian penting dari proses penyembuhan holistik. Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus memperluas layanan bimbingan keagamaan bagi masyarakat, khususnya di fasilitas kesehatan, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan pendampingan dan harapan kepada masyarakat yang sedang menghadapi cobaan sakit.

