Bimbingan Manasik Terintegrasi, Penyuluh Agama Islam Medan Baru Berikan Penguatan bagi Jamaah Medan Deli

Medan (Humas) – Bimbingan manasik haji terintegrasi bagi calon jamaah haji terus digelar di berbagai kecamatan. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Masjid Ar Ridho, Jalan Aluminium I Medan, Ahad (8/2/2026), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Agama untuk meningkatkan kesiapan jamaah, baik dari sisi pemahaman fiqh manasik, kesiapan fisik, maupun mental spiritual sebelum menunaikan ibadah haji.

Acara dibuka oleh Ketua BKM Masjid Ar Ridho, H. Fahri Isnomo. Turut hadir para penyuluh agama Islam, baik fungsional maupun PPPK, staf KUA Kecamatan Medan Deli, serta panitia pelaksana dari unsur Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan.

Dalam pemaparannya, Damri Tambunan memberikan sejumlah penekanan penting terkait persiapan jamaah menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang memerlukan kondisi tubuh prima serta kesiapan mental yang kuat.
“Mulai sekarang mari kita jaga kesehatan, atur pola makan, istirahat yang cukup, dan siapkan mental untuk menghadapi rangkaian ibadah haji yang padat,” ujar Damri di hadapan jamaah.

Selain kesiapan fisik, Damri juga menyoroti pentingnya kesiapan perlengkapan pribadi. Mengingat koper resmi jamaah belum dibagikan, ia menyarankan agar para calon jamaah mulai mengumpulkan barang-barang kecil yang nantinya sangat dibutuhkan selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, perlengkapan sederhana seperti sendok, cangkir, jarum dan benang, penjepit jemuran, tali, serta kebutuhan pribadi lainnya sering kali dianggap sepele, namun akan sangat membantu ketika diperlukan.

“Sebelum koper dibagikan, semua sudah bisa dipersiapkan. Termasuk pakaian yang akan dibawa serta kain ihram, baik bagi jamaah yang berangkat pada gelombang pertama maupun gelombang kedua, supaya tidak ada yang tertinggal,” pesannya.

Lebih lanjut, Damri menjelaskan gambaran umum aktivitas jamaah haji pada fase pra Armuzna, saat Armuzna, hingga pasca Armuzna. Ia menuturkan bahwa seluruh rangkaian tersebut membutuhkan stamina yang baik, kedisiplinan, serta kemampuan mengikuti arahan petugas.

Ia berharap melalui bimbingan manasik terintegrasi ini, jamaah memiliki pemahaman utuh sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, mandiri, dan meraih haji yang mabrur.
Para jamaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang mencatat poin-poin penting dan memberikan respons positif terhadap berbagai saran praktis yang diberikan.

Pihak panitia berharap kegiatan manasik ini semakin memantapkan kesiapan jamaah haji Kecamatan Medan Deli serta memperkuat sinergi antara penyuluh agama, KUA, dan masyarakat dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *