Bimluh Ahad Subuh: Menjaga Lisan dan Hati di Bulan Ramadan

Medan (Humas) — Suasana Ahad Subuh yang penuh keberkahan dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan keagamaan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh). Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, menyampaikan materi bertajuk “Menjaga Lisan dan Hati di Bulan Ramadan” di Masjid Umar bin Khattab, Sunggal, Ahad (1/3/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan usai shalat Subuh berjamaah tersebut dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda, hingga remaja. Para jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah yang disampaikan, terlebih tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan kehidupan di era modern.

Dalam penyampaiannya, Damri Tambunan menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan sikap yang dapat merusak pahala puasa. “Banyak orang mampu menahan lapar, tetapi belum tentu mampu menjaga lisannya. Padahal lisan adalah cermin hati,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan berarti menghindari ghibah, fitnah, adu domba, serta perkataan kasar yang dapat melukai sesama. Ramadan menjadi momentum untuk melatih diri agar berbicara yang baik atau memilih diam. “Jika kita tidak mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan yang lebih mulia,” tambahnya.

Selain lisan, Damri juga mengingatkan pentingnya menjaga hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, sombong, dan prasangka buruk. Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan perkataan yang baik dan perilaku yang santun. “Puasa adalah madrasah hati. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati dari segala penyakit yang mengotorinya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial. Di era digital, kata-kata yang ditulis di dunia maya memiliki dampak luas. Karena itu, umat Islam harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi agar tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian, terlebih di bulan suci yang penuh berkah.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, jamaah diajak untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik perubahan diri. Damri mengingatkan bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari seberapa lama menahan lapar, tetapi sejauh mana mampu mengendalikan lisan dan membersihkan hati.

Kegiatan bimluh Ahad Subuh ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan umat yang terus digiatkan oleh Penyuluh Agama Islam Medan Baru selama bulan Ramadan. Diharapkan melalui pembinaan rutin seperti ini, kesadaran jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak semakin tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *