Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam Medan Marelan terus memperkuat peran pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimluh di Majelis Taklim (MT) Fatimah Azzahrah Kota Medan, Rabu (4/2/2026), yang berlangsung di Jalan Platina Gang Karso, Kelurahan Titi Papan, Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan rutin yang bertujuan meningkatkan pemahaman keislaman jamaah secara komprehensif.
Materi yang disampaikan mengangkat tema Latar Belakang Disyariatkannya Puasa dengan rujukan utama Kitab Tanbihul Ghofilin karya Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi. Pemilihan tema tersebut dinilai sangat relevan, mengingat umat Islam akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Melalui pendekatan kitab klasik, jamaah diajak memahami puasa tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek hikmah, spiritualitas, dan pembentukan akhlak.
Penyuluh Agama Islam Medan Marelan, Puligong Siregar, S.Ag, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa puasa merupakan sarana pendidikan ruhani yang memiliki dampak luas dalam kehidupan sosial. “Puasa mengajarkan kejujuran, kesabaran, dan empati sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun pribadi Muslim yang berakhlak mulia,” jelasnya di hadapan jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa pemahaman terhadap literatur klasik seperti Tanbihul Ghofilin penting untuk menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, kitab tersebut banyak mengingatkan umat agar tidak lalai dalam beribadah dan senantiasa memperbaiki niat dalam menjalankan setiap amalan, termasuk ibadah puasa.
Sementara itu, Ketua MT Fatimah Azzahrah, Lela Hamidah, S.Ag, menyampaikan bahwa kehadiran Penyuluh Agama Islam memberikan dampak positif bagi keberlangsungan majelis taklim. Ia menilai kegiatan Bimluh ini tidak hanya menambah wawasan keagamaan jamaah, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara pembina dan masyarakat. “Bimbingan seperti ini sangat dibutuhkan jamaah, khususnya menjelang Ramadhan, agar ibadah yang dilakukan lebih terarah dan bermakna,” tuturnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa arwah sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan keluarga jamaah yang telah wafat. Acara kemudian ditutup dengan saling bermaaf-maafan antarjamaah, menciptakan suasana haru dan kebersamaan. Momentum ini sekaligus menjadi penanda penutupan sementara kegiatan pengajian rutin MT Fatimah Azzahrah, seiring persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Melalui kegiatan Bimluh ini, Kementerian Agama melalui Penyuluh Agama Islam kembali menegaskan komitmennya dalam membina umat secara berkelanjutan. Diharapkan, pembinaan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas keimanan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

