Bimroh Dorong Perubahan Sikap Warga Binaan di Polsek Medan Helvetia

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi warga binaan di Polsek Medan Helvetia. Kegiatan yang digelar pada Kamis (13/11/2025) di Jl. Matahari Raya, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan moral bagi generasi muda yang tengah menjalani proses hukum.

Bimroh kali ini dipandu oleh Maruli Siburian, Penyuluh Agama Kristen yang didampingi oleh empat penyuluh lainnya. Dalam penyampaiannya, Maruli mengutip firman Tuhan dari Kitab Yesaya 55:7, sebagai pesan utama pembinaan:

“Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.”

Dengan ayat tersebut, Maruli mengajak para warga binaan untuk merenungkan kesempatan perubahan yang masih terbuka luas bagi siapa pun. Ia menegaskan bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, namun setiap orang selalu memiliki peluang untuk memperbaiki diri.

“Kami hadir untuk mengingatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Tuhan membuka pintu pengampunan bagi siapa pun yang ingin berubah,” ujar Maruli.
“Jangan putus asa. Masa pembinaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk menemukan kembali arah hidup yang benar,” tambahnya.

Kegiatan berjalan dalam suasana hangat dan penuh perhatian. Pihak Polsek Medan Helvetia menyampaikan apresiasi atas kontribusi para penyuluh agama yang dinilai memberikan dampak positif terhadap mental warga binaan.

“Pembinaan rohani seperti ini sangat membantu mereka menjadi lebih tenang dan lebih reflektif. Kami melihat adanya perubahan sikap dari para binaan setelah mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujar salah seorang perwakilan Polsek Medan Helvetia.

Menurutnya, kehadiran penyuluh agama menjadi bagian penting dalam proses pemulihan psikologis dan moral, sehingga warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan semangat baru.

Melalui kegiatan ini, para warga binaan diharapkan tidak hanya mendapatkan ketenangan batin tetapi juga mampu meresapi nilai-nilai spiritual sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat. Pembinaan seperti ini diharapkan dapat memunculkan pola pikir yang lebih bertanggung jawab dan perilaku yang lebih baik setelah mereka menyelesaikan proses hukum.

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga binaan secara rutin sebagai upaya membangun generasi muda yang tangguh secara moral dan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *