Medan (Humas) Untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan di bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Tuman Fishing Club di Pengurus Anak Yatim Wak Slamet, Jalan Abadi Nomor 26, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan antara pengurus komunitas, masyarakat, dan anak-anak yatim dalam suasana penuh kekeluargaan dan kepedulian sosial.
Acara diawali dengan kata sambutan oleh Ketua Tuman Fishing Club, Om Suharto. Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa syukur karena kepengurusan dan anggota Tuman Fishing Club masih tetap kompak hingga saat ini. Ia berharap semangat persatuan dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dijaga dan ditingkatkan di masa mendatang. “Kami sangat bersyukur hingga saat ini anggota Tuman Fishing Club masih solid. Semoga persatuan dan kekompakan ini terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim yang berada di Pengurus Anak Yatim Wak Slamet. Suasana haru dan penuh kebahagiaan terlihat ketika para anggota komunitas berbagi rezeki dengan anak-anak yatim. Setelah itu, panitia juga membagikan takjil kepada para tamu undangan dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam menyambut waktu berbuka puasa.
Kegiatan kemudian diisi dengan tausiyah oleh dai cilik Kota Medan. Dai cilik pertama, Salsabila, menyampaikan materi tentang pentingnya menghormati kedua orang tua. Ia mengingatkan bahwa seorang ibu telah melalui berbagai kesulitan dan penderitaan saat melahirkan anaknya. “Kita harus menghormati dan menyayangi kedua orang tua kita, terutama ibu yang telah melahirkan kita dengan penuh perjuangan bahkan mempertaruhkan nyawanya,” ujar Salsabila di hadapan jamaah.
Tausiyah berikutnya disampaikan oleh dai cilik Zaki Senjaya yang menekankan pentingnya kesabaran dan menjaga ibadah salat. Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan tidak boleh mudah mengeluh dan harus tetap menjalankan salat sebagai kewajiban utama seorang Muslim. “Ada dua hal yang harus kita pegang dalam hidup, jangan suka mengeluh dan jangan pernah meninggalkan salat. Sebaik apa pun pekerjaan kita, jika tidak melaksanakan salat maka amal kita bisa menjadi sia-sia,” ungkap Zaki.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tuman Fishing Club karena tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana berbagi dengan anak yatim serta memberikan pendidikan keagamaan kepada generasi muda. “Kegiatan seperti ini sangat baik karena selain mempererat ukhuwah, juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan pendidikan agama kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud kepedulian sosial dan memperkuat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.(Paidi).

