Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan kerohanian (bimroh) di Polsek Medan Sunggal yang beralamat di JL. TB Simatupang No. 240, Kecamatan Medan Sunggal. Senin, (2/3/2026). Kehadiran penyuluh disambut hangat oleh petugas jaga, I.S.Marbun, dengan penuh senyuman dan sikap terbuka, serta mempersilakan untuk memberikan penyuluhan kepada para warga rutan.
Dalam sambutannya, I.S. Marbun menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan penyuluh agama Islam.
“Kami berterima kasih atas kedatangan penyuluh agama Islam. Semoga di bulan Ramadan ini para rutan diberikan hidayah dan petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya dengan penuh harap.
Dalam penyampaian materi, Paidi, menekankan pentingnya dzikrullah, yakni senantiasa mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap keadaan. Ia mengajak para warga rutan untuk memperbanyak lafaz La ilaha illallah dan menyebut nama Allah sebagai bentuk penguatan iman. “Dengan berzikir kepada Allah, hati akan menjadi tenang dan hidup terasa lebih bermakna,” tegas Paidi, di hadapan peserta bimroh.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta. Dalam kondisi apa pun, pintu taubat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang diridhai Allah. Para warga rutan tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan, menunjukkan kesungguhan dalam menyambut nasihat yang disampaikan.
Lebih lanjut, Paidi menyampaikan bahwa ujian kehidupan hendaknya dijadikan sebagai sarana muhasabah dan perbaikan diri. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, sebab setiap kesalahan masih dapat diperbaiki dengan taubat yang sungguh-sungguh. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menata hati, memperbanyak doa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Kegiatan bimroh tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon agar para warga rutan diberikan kekuatan, kesabaran, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti ruangan, menandakan bahwa cahaya Ramadan benar-benar menyentuh hati mereka.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat tersebut menjadi penguat pesan bahwa dzikrullah bukan sekadar lafaz di lisan, tetapi juga cahaya yang menerangi hati dan menuntun langkah menuju kebaikan.
Bimbingan kerohanian yang dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam KUA Medan Sunggal di rutan Polsek Medan Sunggal menjadi wujud nyata dakwah yang menyejukkan di bulan Ramadan. Melalui dzikrullah dan nasihat keimanan, para warga rutan diingatkan untuk selalu berharap kepada rahmat Allah dan menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa.(Paidi).

