Medan (Humas) — Dalam rangka mendukung penguatan kepedulian terhadap lingkungan hidup pada satuan pendidikan madrasah, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Medan mengikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Sekolah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 3 dan 5 Februari 2026, bertempat di SD Kusuma Zaitun Belawan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh tiga orang guru MIN 2 Kota Medan, yakni Ismiani, S.Pd., Reny Andriani, S.Pd., dan Nurkamila Anwar, S.Pd.I.. Keikutsertaan guru dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia madrasah, khususnya dalam mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Materi pelatihan disampaikan oleh perwakilan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Anwar Suhut, selaku CDP Medan Belawan. Dalam pemaparannya, peserta memperoleh materi terkait pengelolaan sampah sekolah yang meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan sampah plastik, serta pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna. Penyampaian materi dilakukan secara terstruktur dan sistematis guna memperkuat pemahaman guru dalam penerapan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Anwar Suhut menyampaikan bahwa pengelolaan sampah sekolah merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. “Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan peduli lingkungan kepada anak-anak. Melalui pelatihan ini, kami berharap guru dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kepala MIN 2 Kota Medan, Khairina Hasibuan, S.Pd.I. menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya madrasah dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. “Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Guru diharapkan dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam penerapan perilaku hidup bersih dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan pelatihan juga diisi dengan sesi diskusi dan berbagi praktik baik terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah implementatif yang dapat diterapkan di madrasah dengan melibatkan seluruh warga madrasah.
Melalui kerja sama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, MIN 2 Kota Medan berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan program-program edukasi lingkungan sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (YFK)

