Medan (Humas) – MIN 5 Medan melaksanakan kegiatan sosialisasi hasil pelatihan pengintegrasian kurikulum pengelolaan sampah pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan yang diselenggarakan pukul 10.00 WIB hingga selesai ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya diikuti oleh guru-guru MIN 5 Medan bersama GNI.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil pelatihan kepada peserta didik, khususnya terkait penerapan kurikulum yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 hingga 120 siswa kelas V dan VI MIN 5 Medan. Para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan secara komunikatif oleh guru, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.
Dalam sosialisasi ini, guru-guru MIN 5 Medan menyepakati penerapan program bank sampah sekolah sebagai bentuk implementasi nyata dari kurikulum pengelolaan sampah. Setiap kelas direncanakan memiliki bank sampah sendiri sebagai media pembelajaran dan praktik langsung bagi siswa.
Melalui program bank sampah kelas, siswa akan dilatih untuk memilah sampah organik dan anorganik, membangun kebiasaan hidup bersih, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dipantau langsung oleh pihak GNI, yaitu Nelly Lumbanbatu selaku Manager GNI. Kehadiran pihak GNI bertujuan untuk memastikan hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara tepat dan sesuai dengan tujuan awal program.
Kepala MIN 5 Medan, Sri Darmawati, S.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata madrasah dalam menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa. “Pengintegrasian kurikulum pengelolaan sampah ini kami harapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan, tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam kebiasaan sehari-hari di sekolah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program bank sampah sekolah akan menjadi sarana edukasi yang berkelanjutan. “Dengan adanya bank sampah di setiap kelas, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan langsung cara mengelola sampah dengan benar dan bertanggung jawab,” tambahnya.

