Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh elemen umat beragama, aparatur Kementerian Agama, dan tokoh masyarakat agar bersama-sama menjaga persatuan, kesatuan, serta kondusivitas Kota Medan di tengah situasi yang berkembang. (1/9/2025)
Dalam keterangannya, H. Impun Siregar menegaskan bahwa himbauan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 28 Tahun 2025 dan hasil pertemuan antara Pemerintah Kota Medan dengan unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, ormas keagamaan, ormas kepemudaan, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2025 di Kantor Wali Kota Medan.
“Kami mengajak seluruh tokoh agama, pengurus rumah ibadah, penyuluh agama, kepala madrasah, dan kepala KUA se-Kota Medan untuk turut mengambil peran aktif dalam menjaga ketenangan, merawat kerukunan, dan memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Ini adalah panggilan moral dan spiritual kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa khutbah, ceramah, dan penyuluhan keagamaan harus menjadi ruang untuk menyebarkan pesan kedamaian, bukan sebaliknya.
“Saya meminta agar para khatib, ustadz, pendeta, pandita, dan rohaniawan menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan. Mari kita arahkan isi ceramah dan khutbah untuk memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathaniyah, maupun ukhuwah Basyariyah. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memecah belah umat,” tambahnya.
Kepada seluruh kepala madrasah, H. Impun juga menyampaikan pentingnya menjadikan lembaga pendidikan sebagai pusat pembentukan karakter kebangsaan dan toleransi. Ia juga menghimbau agar pada tanggal 1 dan 2 September 2025, pembelajaran di madrasah dapat dilaksanakan secara daring, sebagai langkah antisipatif menjaga suasana yang tetap kondusif.
“Pendidikan adalah kunci utama menjaga masa depan bangsa. Oleh karena itu, kami berharap kepala madrasah dan guru dapat terus menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati dalam perbedaan, serta mencintai tanah air kepada seluruh peserta didik,” katanya.
Tak hanya itu, penyuluh agama dari semua agama juga diminta untuk lebih aktif menjangkau masyarakat melalui berbagai forum keagamaan seperti pengajian, perwiritan, majelis taklim, dan kegiatan serupa lainnya.
“Kami percaya bahwa para penyuluh agama memiliki kekuatan untuk membentuk narasi publik yang damai dan bersatu. Gunakan kesempatan berceramah sebagai ajang untuk menguatkan rasa kebangsaan, dan mengajak umat menjaga kebersamaan,” tegasnya.
Kepada seluruh ASN Kementerian Agama, baik di lingkungan kantor, KUA, maupun madrasah, H. Impun Siregar menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjadi contoh dalam menjaga integritas serta komitmen kebangsaan.
“Kami minta semua ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan tetap profesional, bersikap netral, dan aktif dalam mengajak masyarakat mencintai tanah air serta menjaga persatuan,” ucapnya.
Sebagai bagian dari monitoring, Kepala Kemenag Medan juga meminta agar seluruh Kepala KUA dan Kepala Madrasah menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti himbauan tersebut.
“Kami akan terus memantau pelaksanaan himbauan ini. Harapan kami, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan benar-benar membawa pengaruh positif dan menjadi pemantik semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan,” pungkasnya.
Dengan adanya himbauan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga keharmonisan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Kota Medan yang damai, rukun, dan penuh toleransi.

