Hadirkan Dakwah Menyejukkan, Kemenag Medan Isi Siaran Keagamaan RRI Pro 4

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan kembali menunjukkan peran aktif dalam syiar Islam melalui media penyiaran. Pada Kamis (18/12/2025), para penyuluh agama Islam Kemenag Kota Medan mengisi rekaman siaran keagamaan di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Medan yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kanwil Kemenag Sumatera Utara dengan RRI Medan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, moderat, dan mencerahkan masyarakat. Rekaman tersebut dijadwalkan akan disiarkan secara rutin setiap hari dalam program “Mutiara Sore” pada pukul 17.30 WIB hingga menjelang waktu Magrib.

Adapun penyuluh agama Islam yang terlibat dalam pengisian rekaman siaran tersebut berasal dari berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Medan, yakni Marasakti Bangunan (KUA Medan Labuhan), Nunung Ismayanti (KUA Medan Marelan), Paidi (KUA Medan Sunggal), Dewi Anggraini (KUA Medan Amplas), Nurjanah (KUA Medan Perjuangan), Muhammad Arsyad (KUA Medan Kota), Muhammad Husein Ali (KUA Medan Marelan), serta Surya Hafni (KUA Medan Tembung).

Materi siaran yang disampaikan mencakup nilai-nilai keislaman, pembinaan akhlak mulia, penguatan kerukunan umat beragama, serta pesan-pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui media radio, dakwah diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Paidi, S.Ag, menjelaskan bahwa keterlibatan penyuluh agama dalam siaran RRI merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional sebagai aparatur pembina umat. Menurutnya, dakwah melalui media penyiaran menjadi sarana strategis untuk menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

“Melalui siaran RRI Pro 4 ini, kami berharap pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, menjadi penguat iman, serta penyejuk di tengah dinamika kehidupan sosial,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa radio masih menjadi media yang efektif untuk dakwah, terutama bagi masyarakat yang memanfaatkan waktu sore sebagai momen refleksi diri. Menurutnya, pemilihan waktu siaran menjelang Magrib memiliki nilai strategis dalam menyentuh sisi spiritual pendengar.

“Menjelang Magrib adalah waktu yang tepat untuk mengingat Allah, memperbaiki niat, dan mempersiapkan diri untuk beribadah. Radio hadir menemani masyarakat dalam suasana tersebut,” tambahnya.

Rekaman siaran keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan di RRI Pro 4 Medan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan dakwah Islam yang moderat dan edukatif. Melalui program “Mutiara Sore”, diharapkan nilai-nilai keislaman terus tersampaikan secara konsisten, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan keharmonisan di tengah masyarakat Kota Medan. (PAI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *