Medan (Humas) Pada malam kelima salat tarawih di Masjid As-Syakirin, Komplek Perumahan Pamen Gaperta TNI AD Kodam-1/BB Medan, Senin (23/2/2026) Pan Suadi, sebagai imam sekaligus penceramah, dihadiri oleh Tokoh Remaja Masjid As Syakirin, Hilman Al Bataki, Pengurus BKM, Jalaluddin dan M. Fauzi Batu Bara serta M. Aidil Sachwal Chusaini sebagai Bilal Terawih. Pan Suadi menyampaikan sebuah pesan yang dalam dan menyentuh hati tentang takdir hidup. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menerima takdir Allah dengan penuh keyakinan dan kesabaran, menyadari bahwa setiap peristiwa dalam hidup ini sudah ditentukan oleh-Nya. Ia mengingatkan umat bahwa meskipun takdir hidup seseorang bisa berubah-ubah, yang penting adalah menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan ketakwaan kepada Allah.
“Setiap takdir adalah ujian, dan setiap ujian ada hikmahnya. Takdir Allah tidak hanya tentang apa yang terjadi, tetapi tentang bagaimana kita menyikapinya. Seorang Muslim yang sabar dan tawakal akan selalu menerima takdir Allah dengan lapang dada.” ujar Pan Suadi
Takdir Kehidupan yang Berbeda, Pan Suadi menjelaskan dengan rinci bahwa ada berbagai macam takdir yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Ada orang yang sejak lahir dalam keadaan kafir, namun di akhir hidupnya Allah memberikan hidayah sehingga menjadi seorang Muslim yang taat. Sebaliknya, ada juga yang hidup sebagai seorang Muslim, namun pada akhirnya menjadi kafir. Semua itu adalah takdir Allah yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Meski demikian, umat Islam diharapkan untuk senantiasa berdoa dan berusaha agar takdir hidupnya senantiasa berada di jalan yang benar dan memperoleh hidayah-Nya.
Khusnul Khotimah: Takdir yang Paling Indah
Beliau menekankan bahwa takdir yang paling indah adalah menjadi seorang Muslim yang lahir dalam keadaan Islam dan tetap berada dalam keimanan tersebut hingga akhir hayat. Pan Suadi menyampaikan bahwa akhir yang baik, yang dikenal dengan “Khusnul Khotimah”, adalah harapan setiap Muslim. Ini adalah akhir hidup yang diwarnai dengan kesucian, amal ibadah, dan keimanan yang teguh kepada Allah, sehingga kematian menjadi jalan menuju kebahagiaan abadi di akhirat.
Memahami dan Menerima Takdir dengan Lapang Dada
Ceramah yang disampaikan oleh Pan Suadi mengajarkan kepada kita untuk selalu menerima takdir Allah dengan hati yang ikhlas dan penuh keimanan. Takdir hidup kita tidak selalu bisa diprediksi, namun kita dapat berusaha menjalani hidup dengan baik, selalu berdoa, dan berharap mendapatkan takdir yang terbaik, yakni khusnul khatimah. Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk selalu berusaha dan bertawakal, sambil mengingat bahwa setiap takdir adalah bagian dari ujian hidup yang telah Allah tentukan dengan penuh kasih sayang.(Paidi).

