Medan (Humas)— Menyikapi kondisi sosial dan dinamika kebangsaan terkini yang diwarnai dengan berbagai aksi demonstrasi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Helvetia, Judri, menggelar pertemuan bersama para ustadz dan ustadzah penyelenggara kelompok pengajian se-Kecamatan Medan Helvetia. Kegiatan ini berlangsung di Aula KUA Medan Helvetia, Selasa (2/9), dan bertujuan memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat.
Dalam sambutannya, Judri mengawali pertemuan dengan mengajak seluruh peserta untuk membaca Surah Al-Fatihah, yang diniatkan khusus bagi para korban meninggal dan yang sedang dirawat akibat insiden demonstrasi yang berlangsung tidak sesuai dengan koridor hukum.
“Beginilah jadinya, Bapak/Ibu, kalau sudah kebablasan. Ada yang kehilangan nyawa, ada pula yang harus dirawat di rumah sakit,” ujar Judri dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, yang menjadi keprihatinan adalah ketika aspirasi tersebut disusupi oleh provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga memicu konflik dan kericuhan.
Lebih lanjut, Ka.KUA Judri menghimbau para ustadz dan ustadzah agar turut mengambil peran aktif dalam meredam isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Ia mengajak para tokoh agama untuk menjadi “obor penerang dan perekat kasih sayang” di tengah masyarakat.
“Mari kita sampaikan kepada keluarga, jamaah, dan warga sekitar agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan atau berita yang belum jelas kebenarannya. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga ketenteraman dan keharmonisan masyarakat,” ujarnya.
Judri juga menekankan pentingnya peran kelompok pengajian sebagai pilar moral dan sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga kondusivitas dan mendorong semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Acara tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan dan kedamaian bagi bangsa dan negara Indonesia.

