Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan diwakili Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam, Ahmad Kamil Harahap, MA, menghadiri pembukaan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H/2026 M di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta, Senin (23/02/2026). Kegiatan pembinaan keagamaan ini dijadwalkan berlangsung hingga 3 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan selama bulan Ramadan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.SI. Dari pihak Lapas, kegiatan pembukaan dihadiri Kepala Lembaga Pemasyarakatan yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan, Prayoga Yolanda, serta Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan yang juga Ketua Umum Badan Kemakmuran Masjid At-Taubah, M. Hidayatullah Lubis. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembinaan keagamaan sebagai bagian penting dari proses pembinaan warga binaan.
Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan Prayoga Yolanda menyampaikan bahwa Pesantren Kilat Ramadan merupakan sarana pembinaan yang tidak hanya bertujuan menambah wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat keimanan warga binaan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini, di antaranya menambah pengetahuan keislaman selama mengikuti pembinaan, memperkuat akidah, tauhid, dan akhlak, serta memberikan keterampilan praktis dalam pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan. Selain itu, peserta juga dibekali dengan praktik wudu atau thaharah, praktik salat lima waktu, serta pemahaman tentang rukun dan kewajiban dalam pelaksanaan ibadah tersebut.
Sementara itu, Ahmad Kamil Harahap menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kota Medan memberikan perhatian serius terhadap pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas sebagai bagian dari upaya membangun kualitas keimanan dan memperkuat mental spiritual warga binaan.
Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Melalui kegiatan Pesantren Kilat ini, diharapkan warga binaan dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, memperdalam pemahaman agama, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Pembinaan keagamaan seperti Pesantren Kilat Ramadan ini sangat penting dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keimanan, serta memberikan bekal spiritual bagi warga binaan. Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi sarana refleksi diri dan memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Pesantren Kilat ini nantinya akan diisi dengan berbagai materi keagamaan, bimbingan ibadah, serta praktik langsung yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam secara komprehensif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mengalami perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif. Pembinaan spiritual yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

