Kakan Kemenag Medan Hadiri Seminar dan Konferensi Internasional Dunia Melayu-Islam di UINSU Medan

Medan (Humas) — Kakan Kemenag Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., menghadiri International Seminar & Conference of the Malay-Islamic World yang berlangsung pada Senin (24/11) di Gedung H.M. Arsjad Talib Lubis, Kampus I UINSU Medan. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan Kemenag Medan terhadap penguatan peradaban dan identitas Melayu-Islam yang telah lama menjadi akar budaya keagamaan masyarakat Sumatera Utara.

Seminar internasional ini menghadirkan para pakar, akademisi, dan pemimpin institusi dari berbagai negara serumpun Melayu untuk mendiskusikan perkembangan budaya Melayu dalam perspektif keislaman global. Forum tersebut juga menjadi momentum memperluas jejaring akademik dan kolaborasi lintas negara dalam penguatan keilmuan dan kebudayaan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumut, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., serta Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Hadirnya para pejabat tingkat nasional dan provinsi menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian nilai-nilai Melayu-Islam.

Acara semakin bermakna dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang menjadi narasumber utama. Menag menekankan pentingnya memahami kembali akar budaya Melayu dalam dinamika keagamaan modern. Ia juga menggarisbawahi bahwa generasi muda perlu diperkenalkan pada identitas keislaman yang lembut dan berkarakter Nusantara.

“Budaya Melayu telah lama menjadi cermin keislaman yang damai dan beradab. Internalitasinya perlu terus diperkuat agar generasi kita memahami Islam yang ramah, terbuka, dan menghargai perbedaan,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Beliau kemudian menambahkan penjelasan lebih mendalam mengenai pentingnya memperkuat karakter kebangsaan melalui nilai-nilai budaya lokal. Ia menegaskan bahwa penguatan identitas Melayu-Islam harus dilakukan dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Nilai-nilai luhur Melayu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga modal sosial yang sangat penting dalam menjaga persatuan bangsa.”

Kakan Kemenag Medan, Dr. H. Impun Siregar, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah berskala internasional ini. Beliau menyampaikan bahwa seminar seperti ini menjadi sarana meningkatkan wawasan dan memperkuat integrasi budaya dalam program keagamaan. Ia menilai bahwa konteks budaya Melayu memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Kota Medan.

“Kegiatan ini sangat relevan bagi kami di Kemenag Medan. Nilai-nilai Melayu-Islam yang moderat dan berakar kuat perlu terus ditanamkan, baik di madrasah, pesantren, maupun masyarakat,” ungkap Impun Siregar.

Kemudian beliau menambahkan dua poin penting lainnya terkait ruang dialog lintas negara. Menurutnya, peluang saling belajar antarnegara serumpun harus dimanfaatkan untuk memperkaya referensi keagamaan dan kebudayaan lokal.
“Pertemuan seperti ini membuka wawasan sekaligus menghadirkan perspektif baru yang dapat kami jadikan rujukan dalam merumuskan kebijakan keagamaan dan kebudayaan di tingkat lokal,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, diharapkan semakin banyak ruang kolaborasi yang terbuka antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat dan berakar pada budaya lokal. Forum seperti ini juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang memperkaya khazanah keilmuan, serta memperkuat hubungan antarnegara serumpun dalam konteks dunia Melayu-Islam secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *