Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pelayanan rohani penuh makna bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pancur Batu, Deli Serdang. Senin (8/12/2025). Mengusung tema “Kelahiran Kristus Membawa Keselamatan”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual dan moral, tetapi juga menghadirkan pendekatan ekoteologis sebagai pijakan refleksi bagi para peserta.
Dalam pendekatan ekoteologi, perjalanan hidup manusia dianalogikan sebagai proses pertumbuhan benih yang membutuhkan perawatan, cahaya, dan tanah yang subur. Pemahaman ini digunakan penyuluh untuk menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki potensi pemulihan, pembaruan, serta kesempatan untuk kembali bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.
Pemimpin kegiatan, Daniel Malau, menyampaikan firman Tuhan dari Matius 1:18–25. Ia menekankan bahwa kelahiran Yesus merupakan penggenapan nubuat sekaligus bukti kasih Allah yang menghadirkan Juruselamat bagi dunia. “Peristiwa Natal bukan hanya catatan sejarah, tetapi kairos—momen pemulihan yang membawa terang baru bagi setiap orang,” ujarnya dalam pelayanan tersebut.
Lebih jauh, Daniel Malau menjelaskan bahwa sebagaimana alam merespons kehadiran Sang Pencipta, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaruan hidup. “Keselamatan yang dibawa Kristus adalah keselamatan holistik, mencakup pemulihan spiritual, moral, sosial, dan hubungan yang harmonis dengan sesama maupun lingkungan. Warga binaan memiliki kesempatan yang nyata untuk menata kembali hidupnya seperti tanah yang kembali subur setelah dirawat,” tambahnya.
Para penyuluh berharap pembinaan rohani ini dapat membantu warga binaan meninggalkan masa lalu yang kelam, bangkit dengan pengharapan baru, serta menumbuhkan nilai-nilai kekristenan dalam keseharian mereka. Metafora ekoteologis yang disampaikan memberikan gambaran konkret bahwa pertobatan adalah proses yang memerlukan ketekunan dan keikhlasan, sebagaimana seorang petani mengolah tanah hingga menghasilkan buah yang baik.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog singkat yang semakin mempererat hubungan antara tim penyuluh dan pihak Lapas/Kepolisian. Kolaborasi yang terjalin menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun ekologi sosial yang sehat di lingkungan pemasyarakatan.
Dukungan spiritual dan emosional yang diberikan diharapkan menjadi energi baru bagi para warga binaan untuk menghadapi tantangan hidup, melakukan perubahan positif, dan pada akhirnya kembali menjadi bagian yang membangun dalam ekosistem masyarakat luas. Sebagaimana yang diajarkan dalam ekoteologi, pemulihan yang sejati adalah pemulihan yang utuh menyentuh hati, karakter, dan hubungan manusia dengan seluruh ciptaan.

