Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menggelar kegiatan sosialisasi program perlindungan kerja bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 580 peserta yang terdiri atas kepala madrasah dan operator EMIS dari seluruh jenjang RA, MI, MTs, dan MA, baik negeri maupun swasta. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya perlindungan kerja dan jaminan sosial bagi para pendidik serta tenaga kependidikan madrasah.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan, Jepri Iswandi memaparkan bahwa guru dan tenaga kependidikan merupakan aset penting bangsa yang perlu mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial.
“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan para guru dan tenaga kependidikan madrasah memperoleh perlindungan kerja yang layak dan jaminan sosial yang berkelanjutan,” ujar Jepri.

Ia menjelaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua yang secara langsung memberikan rasa aman dan perlindungan bagi peserta. Dengan demikian, guru dapat lebih fokus menjalankan tugas mendidik tanpa harus khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam menjalankan profesinya.
“Kesejahteraan guru merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Guru yang sejahtera akan mendidik dengan hati yang tenang dan semangat yang tinggi,” tambahnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Banyak kepala madrasah yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Kemenag Medan dan BPJS Ketenagakerjaan ini karena dinilai mampu membuka wawasan baru mengenai pentingnya perlindungan sosial bagi tenaga pendidik madrasah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif kerja sama ini.
“Kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan harus menjadi perhatian bersama. Mereka adalah ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia,” ujar Impun.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa sinergi antara Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang lebih berdaya dan berkeadilan.
“Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada tataran sosialisasi saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata berupa peningkatan kepesertaan BPJS bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah di Kota Medan,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Medan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan kerja bagi tenaga pendidik madrasah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

