Kemenag Medan Gelar Pembinaan SDM dan Penguatan Pokja Majelis Taklim, Penyuluh KUA Medan Labuhan Hadir Berpartisipasi

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Dr. H. Marasakti Bangunan, M.A, dan Sulaiman, S.Th.I, turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembinaan SDM/Pengurus dan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan pada Selasa (11/11). Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Grand Jamee dan diikuti oleh penyuluh agama KUA serta perwakilan majelis taklim dari seluruh kecamatan di Kota Medan.

Kegiatan pembinaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat sinergi antara penyuluh agama dan majelis taklim, serta mendorong terwujudnya kelembagaan majelis taklim yang lebih berkualitas. Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Medan ingin memastikan majelis taklim tidak hanya menjadi wadah pengajian, tetapi juga pusat pemberdayaan umat dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Pembinaan yang dipelopori oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Ahmad Kamil Harahap, M.A, ini menghadirkan empat narasumber, yakni Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A, Ketua MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Maksum, Lc., M.A, Ketua DMI Kota Medan, H. Syafrizal Harahap, S.HI, serta Ketua Ikatan Penyuluh Republik Indonesia (IPARI) Sumatera Utara, Dr. H. Marasakti Bangunan, M.A.

Sebagai salah satu narasumber, Dr. H. Marasakti Bangunan yang juga merupakan Fungsional Penyuluh Agama Islam KUA Medan Labuhan memaparkan materi tentang Pokja Majelis Taklim Kota Medan mulai dari struktur, tugas, hingga program kerja. Dalam penjelasannya, ia menyebutkan bahwa Pokja terdiri dari pembina, ketua, sekretaris, bendahara, serta beberapa bidang seperti kelembagaan, manajemen, sumber daya manusia, dan kurikulum.

“Struktur Pokja Majelis Taklim disusun untuk memastikan setiap bidang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang jelas. Misalnya, bidang kelembagaan fokus pada peningkatan kapasitas dan daya dukung, sedangkan bidang kurikulum mengarah pada peningkatan kualitas materi keagamaan, isu keagamaan, dan penguatan moderasi beragama,” terang Marasakti.

Sementara itu, Syaidah, perwakilan majelis taklim Kecamatan Medan Labuhan yang hadir berdasarkan surat tugas Kepala KUA, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pembinaan ini. Ia menilai bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi para pengurus majelis taklim, khususnya terkait penguatan kelembagaan dan pentingnya kolaborasi dengan para penyuluh agama.

“Kegiatan pembinaan ini sangat bermanfaat, kami semakin memahami bagaimana membangun sinergi antar majelis taklim juga penyuluh, agar kegiatan majelis taklim yang rutin kami laksanakan dapat lebih terarah dan berdampak luas khususnya di masyarakat,” ujar Syaidah.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi serta penyusunan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim Kota Medan. Dengan keikutsertaan perwakilan penyuluh agama dan majelis taklim dari Medan Labuhan, diharapkan pembinaan umat di wilayah tersebut semakin kuat, terarah, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *