Medan (Humas) – Fenomena alam berupa gerhana bulan yang terjadi pada Senin (8/9/2025) dini hari dimaknai sebagai momen spiritual oleh masyarakat Kampung Dadap, Medan Perjuangan. Bertempat di Masjid Taqwa, sekitar 50 orang jamaah yang terdiri dari orang tua, remaja, dan anak-anak berkumpul untuk melaksanakan Sholat Gerhana Bulan yang dimulai pada pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Medan Perjuangan, H. Ramlan, S.Ag., MA, yang juga menyampaikan khutbah dengan pesan-pesan reflektif dan menyentuh hati.
Dalam khutbahnya, H. Ramlan menekankan bahwa gerhana bulan adalah peringatan dari Allah Swt. agar manusia menyadari betapa banyak dosa yang telah dilakukan. Oleh karena itu, beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dan doa memohon ampun.
“Gerhana bulan ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap kegelapan hidup, akan selalu ada cahaya terang yang datang. Seperti malam yang gelap akan berakhir dengan fajar, kesulitan pun akan digantikan oleh kebahagiaan,” ujar H. Ramlan dalam khutbahnya.
Beliau juga mengajak jamaah untuk meneladani sifat bulan, yang meskipun tak memiliki cahaya sendiri, tetap mampu menerangi malam yang gelap. Hal ini menjadi simbol bahwa setiap manusia sebaiknya menjadi pembawa manfaat bagi sesama.
“Jadilah seperti bulan. Jangan justru menjadi gelap bagi masa depan orang lain. Perbanyak infak, sedekah, dan bantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Para jamaah terlihat antusias mengikuti rangkaian ibadah dan mendengarkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Momen ini menjadi pengingat penting akan kebesaran Allah Swt. serta kesempatan untuk meningkatkan keimanan, kepedulian, dan muhasabah diri.

