Medan (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, H.Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri acara Petang Belimau dan Megang Puasa yang dilaksanakan di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, JL. Sunggal Pekan Nomor 2, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi tradisi masyarakat Melayu dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, beserta unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat menambah khidmat kegiatan yang sarat nilai budaya dan religius tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Riko Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas Kota Medan.
“Budaya Melayu adalah jati diri kita. Jangan sampai budaya ini hilang dari kehidupan masyarakat, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang harus kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Rico
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal Agus Salim menyampaikan bahwa tradisi Petang Belimau dan Megang Puasa memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah dan kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut Ramadan.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr. H. Hasan Maksum, M.Ag.. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan makna mandi limau sebagai simbol penyucian diri.
“Mandi limau adalah mandi dengan air yang dicampur jeruk nipis dan ramuan wangi-wangian. Tradisi ini melambangkan penyucian diri secara lahir dan batin serta sebagai bentuk syukur dan persiapan diri memasuki bulan suci Ramadan,” jelasnya.
Hasan Maksum juga menekankan bahwa tradisi ini harus dipahami sebagai simbol spiritual, bukan sekadar ritual budaya semata. Menurutnya, yang paling utama adalah membersihkan hati, memperbaiki niat, dan meningkatkan ibadah menjelang Ramadan.
Kegiatan Petang Belimau dan Megang Puasa diakhiri dengan doa bersama agar masyarakat Kota Medan diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H.
Tradisi Petang Belimau dan Megang Puasa yang dihadiri oleh Kepala KUA Medan Sunggal bersama Wali Kota Medan menjadi momentum penting dalam menjaga budaya Melayu sekaligus memperkuat kesiapan spiritual umat Islam menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini mencerminkan harmonisasi antara nilai budaya dan ajaran agama yang terus hidup di tengah masyarakat Medan.(Paidi).

