Medan (Medan) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I, turut mengawal suksesi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Kota Medan bersama Wali Kota Medan, Rico Waas Bayu Putra. Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi utama MTQ, JL. Gatot Subroto/ Simpang Tomang Elok, Kelurahan Simpang Tanjung, pada Rabu (8/4/2026). Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat menjadi bukti keseriusan dalam menyukseskan perhelatan keagamaan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Medan Sunggal tampak mendampingi langsung Wali Kota Medan dalam meninjau kesiapan lokasi dan sarana pendukung MTQ. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kesiapan teknis, tetapi juga sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Agama dalam mendukung syiar Islam di Kota Medan.
Kepala KUA Medan Sunggal menyampaikan bahwa partisipasi Kementerian Agama Kota Medan dalam MTQ ke-59 akan diwujudkan melalui kehadiran stan pelayanan keagamaan. Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah layanan pernikahan gratis bagi masyarakat yang memenuhi syarat, yang direncanakan berlangsung langsung di lokasi MTQ.
“Pada MTQ ke-59 ini, stan Kementerian Agama Kota Medan akan menghadirkan layanan pernikahan gratis. Kami berharap Bapak Wali Kota Medan berkenan menjadi saksi dalam prosesi pernikahan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pelayanan umat,” ujar Agus Salim.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut. “Saya siap menjadi saksi pernikahan dalam program tersebut. Ini adalah langkah baik dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memeriahkan MTQ,” ungkapnya.
Kehadiran Kepala KUA Medan Sunggal bersama Wali Kota Medan dalam mengawal persiapan MTQ ke-59 menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Program inovatif seperti pernikahan gratis di lokasi MTQ menjadi bukti nyata pelayanan publik yang humanis dan mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, sekaligus menambah nilai keberkahan dalam pelaksanaan MTQ.(Paidi).

