Koordinasi Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Perkuat Program Katekese Lima Menit di Paroki Katedral Medan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan koordinasi tindak lanjut penyusunan materi Katekese Lima Menit di Paroki Katedral Medan pada Selasa (07/04/2026), bertempat di Jl. Pemuda No. 1, Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pembinaan iman umat di Paroki St. Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan.

Paroki Katedral Medan terus berkomitmen mengembangkan pembinaan iman umat melalui program Katekese Lima Menit sebagai sarana pendalaman iman yang singkat, padat, dan berkesinambungan. Dalam rangka memperkuat pelaksanaannya, para penyuluh agama Katolik mengambil langkah konkret dengan mengadakan koordinasi langsung bersama Pastor Paroki guna membahas tindak lanjut program di tingkat lingkungan.

Koordinasi ini diprakarsai oleh Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., dan Zetra Hail Saragih, S.Fil., dengan tujuan menyelaraskan pemahaman serta memperoleh arahan yang tepat agar pelaksanaan program semakin baik dan selaras dengan ajaran Gereja. Pastor Paroki, Sesarius Petrus Mau, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga makna luhur Perayaan Ekaristi dalam setiap pelaksanaannya. Ia menyampaikan, “Ekaristi harus tetap dimaknai sebagai perayaan iman yang agung, meskipun dilaksanakan dalam lingkup kecil, sehingga perlu dijalankan dengan tertib dan penuh hormat sesuai tata liturgi Gereja.”

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal menjadi perhatian bersama, antara lain kesiapan petugas liturgi, keterlibatan aktif umat, pemilihan nyanyian yang sesuai, serta penciptaan suasana doa yang khidmat. Para penyuluh juga berperan penting dalam memastikan bahwa pesan-pesan pembinaan ini dapat diteruskan secara efektif kepada umat di setiap lingkungan. Zetra Hail Saragih menyampaikan, “Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan materi katekese yang disusun benar-benar mendukung pemahaman iman umat dan selaras dengan kehidupan liturgi di lingkungan.”

Melalui koordinasi ini, para penyuluh menegaskan peran strategisnya sebagai penggerak dan penghubung dalam kehidupan menggereja. Diharapkan, hasil pertemuan ini mampu semakin memperkuat kualitas Perayaan Ekaristi di lingkungan, sehingga umat semakin bertumbuh dalam iman dan semakin menyadari kehadiran Kristus dalam setiap perayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *