Medan (Humas) — Dalam rangka merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Area kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan Kepala KUA Kecamatan Medan Area, Drs. H. Rijal, M.Ap, KUA Medan Area menggelar kegiatan bakti sosial yang melibatkan tokoh agama, penyuluh agama Islam, seluruh staf KUA, serta berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Medan.
Kegiatan bakti sosial ini difokuskan pada pengumpulan dan penyaluran donasi berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai, serta kebutuhan pokok lainnya yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatera.
Rijal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian dan empati terhadap sesama. Menurutnya, ajaran agama harus tercermin tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi dan pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Melalui bakti sosial ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Kementerian Agama benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana,” ujar Rijal.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara KUA, penyuluh agama, tokoh agama, dan Kementerian Agama Kota Medan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga kegiatan dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi. Kolaborasi lintas unsur ini dinilai mampu mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Kami bersyukur seluruh jajaran KUA Medan Area dan penyuluh agama dapat bergerak cepat, solid, dan saling mendukung demi membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
Sementara itu, Ambri S., S.HI sebagai penyuluh agama yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran agama dalam menumbuhkan empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi landasan dalam membangun kepedulian, kebersamaan, dan semangat saling membantu, terutama saat masyarakat menghadapi musibah.
“Musibah adalah ujian bagi kita semua. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk saling berbagi, saling menguatkan, dan menumbuhkan kepedulian sebagai bagian dari nilai ajaran agama,” ungkap Ambri.
Distribusi bantuan dilakukan ke sejumlah titik lokasi terdampak banjir dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, cepat, dan transparan, sejalan dengan program sosial yang dijalankan oleh Kementerian Agama Kota Medan. Para penyuluh agama Islam juga turut berperan aktif dalam proses pendampingan masyarakat, baik secara sosial maupun spiritual.
Banjir yang kerap melanda wilayah Sumatera Utara, termasuk sekitar Kota Medan, menuntut respons cepat dari berbagai pihak. Melalui kegiatan bakti sosial ini, KUA Medan Area menegaskan perannya sebagai institusi keagamaan yang tidak hanya fokus pada aspek ritual, tetapi juga hadir dalam upaya penanganan persoalan kemanusiaan.
Ke depan, KUA Medan Area bersama Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program sosial yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, sebagai bagian dari penguatan peran Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang peduli, religius, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial,” tutup Rijal.

