KUA Medan Barat Gelar Safari Zuhur di Masjid Gang Bengkok, Simbol Toleransi Multietnis Kota Medan

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Barat melaksanakan kegiatan Safari Zuhur di Masjid Lama Gang Bengkok, sebuah masjid bersejarah yang menjadi cagar budaya penting di kawasan Kota Tua Medan pada Selasa (9/12). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Medan Barat, H. Masril Halomoan Harahap, S.Ag., M.A.

Masjid Lama Gang Bengkok dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Kota Medan. Imam Rawatib, Izyan Nasution, menjelaskan bahwa masjid tersebut telah berdiri sejak tahun 1890. Pembangunannya dipelopori oleh Tjong A Fie, saudagar Tionghoa yang dikenal dermawan, dan berdiri di atas tanah wakaf milik Datuk M. Ali, tokoh Melayu setempat. Sinergi dua tokoh lintas etnis tersebut menjadikan masjid ini simbol toleransi dan keharmonisan multikultural di Medan tempo dulu. Arsitektur bangunannya pun khas, memadukan unsur Melayu, Tionghoa, dan Persia/Timur Tengah, sehingga memperkuat identitas historis kawasan Kota Tua Medan.

Dalam kegiatan Safari Zuhur tersebut, Kepala KUA Medan Barat, Masril Halomoan Harahap menyampaikan pesan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga silaturahim serta memperkuat hubungan antarumat. Ia menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat mempererat hubungan antarjamaah. Silaturahim yang baik akan memperkuat persatuan umat,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya kerja sama antara pengurus masjid, masyarakat, dan KUA dalam mengembangkan program-program keagamaan. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menghasilkan layanan keagamaan yang lebih optimal dan tepat sasaran.

“Kerja sama yang solid antara pengurus masjid, masyarakat, dan KUA sangat diperlukan agar setiap program bisa berjalan lebih efektif dan bermanfaat bagi jamaah,” tambahnya.

Safari Zuhur menjadi salah satu agenda rutin KUA Medan Barat dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kunjungan ke masjid-masjid, termasuk masjid bersejarah seperti Masjid Lama Gang Bengkok, KUA berharap hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat semakin kokoh serta peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dapat terus diperkuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *