Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Baru, Syahmuda S. Ag., bersama LPTQ kecamatan dan berkolaborasi dengan kecamatan Medan kota untuk melaksanakan Bimbingan dan Pembinaan, Khatthil Qur’an (kaligrafi).
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Medan Kota dan menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan minat tulis-baca Al-Qur’an sekaligus melestarikan seni kaligrafi sebagai warisan budaya Islam. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, serta pembentukan generasi Qur’ani yang siap tampil dalam berbagai ajang, termasuk MTQ Nasional dan MTQ tingkat Kota Medan pada tahun mendatang.
Dalam pembinaannya, Syahmuda Nasution menekankan pentingnya dukungan lintas lembaga. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari kecamatan, sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga lembaga pendidikan Islam, untuk aktif mengirimkan peserta. Tujuannya agar lebih banyak bakat dan potensi baru dalam seni kaligrafi yang dapat disiapkan menjadi duta kecamatan pada MTQ Kota Medan.
“Kaligrafi bukan hanya seni, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Jika kita ingin melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, maka pembinaan harus dilakukan secara rutin dan terarah,” jelasnya dalam sesi bimbingan.
Program pembinaan ini akan dilaksanakan setiap hari Ahad sepanjang bulan Desember 2025, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di Aula Kantor Camat Medan Kota. Antusiasme peserta diharapkan terus meningkat seiring ajakan kolaboratif yang telah digencarkan.
Melalui kegiatan ini, KUA Medan Baru, LPTQ Kota Medan, serta Kecamatan Medan Kota memperkuat peran mereka dalam membangun ekosistem pendidikan agama yang progresif, kreatif, dan berorientasi pada prestasi. Harapannya, muncul para kaligrafer muda yang bukan hanya mahir dalam seni menulis Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan Kota Medan di kancah nasional.

